Wagub NTT Ajak Orang Tua Prioritaskan Pendidikan dan Gizi Anak

  • 30 Apr 2026 07:10 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Alor - Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Johni Asadoma, menekankan pentingnya peran keluarga sebagai fondasi utama dalam membentuk karakter anak. Menurutnya, pendidikan moral dan spiritual harus dimulai dari rumah melalui bimbingan, nasihat, serta doa yang terus-menerus diberikan orang tua kepada anak-anaknya.

Ia menjelaskan bahwa keluarga memiliki tanggung jawab besar dalam mencegah perilaku menyimpang pada anak, seperti kebiasaan minum minuman keras, tindakan kekerasan, hingga perilaku meresahkan di lingkungan sosial. Selain keluarga, lembaga keagamaan seperti gereja dan masjid juga dinilai memiliki peran penting dalam menanamkan nilai-nilai kebaikan melalui khotbah dan pembinaan umat.

“Mulai dari keluarga-keluarga, orang tua harus mendidik, mengajarkan anak-anaknya hal-hal baik, mendoakan anak-anaknya. Duduk bersama, kemudian doakan dia. Setelah itu, maka Roh Kudus akan bekerja, sehingga dia akan berjalan dalam pimpinan Tuhan dan melakukan hal-hal baik,” ujar Wagub saat Perayaan 100 tahun masuknya Injil di Warsalelang, Desa Mawar, Kecamatan Pantar Timur. Senin, 27 April 2026.

Lebih lanjut, ia menyebut bahwa kebiasaan anak sangat dipengaruhi oleh apa yang mereka dengar dan lihat setiap hari. Jika anak terus-menerus mendapatkan contoh dan pesan positif, maka pola pikir dan perilaku mereka juga akan terbentuk ke arah yang baik, penuh kedamaian serta menjunjung tinggi nilai persaudaraan.

Selain pembentukan karakter, Johni juga menyoroti pentingnya pendidikan formal. Ia mengingatkan agar tidak ada anak yang putus sekolah, karena pendidikan menjadi kunci utama dalam membangun masa depan individu, keluarga, hingga bangsa. Pemerintah, kata dia, terus berupaya memenuhi kebutuhan pendidikan, mulai dari infrastruktur hingga tenaga pengajar.

Ia juga mengingatkan orang tua agar tidak memanjakan anak secara berlebihan dan selalu memberikan teladan yang baik dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, perilaku orang tua akan sangat memengaruhi kebiasaan anak, sehingga sikap positif harus ditunjukkan secara konsisten.

“Kita stunting tinggi, katanya tidak ada uang untuk beli makanan bergizi. Tapi setelah saya hitung-hitung, uang sebetulnya ada. Hanya saja digunakan untuk beli sirih pinang, rokok, dan sopi. Padahal kalau dialihkan untuk makanan bergizi, anak bisa tumbuh sehat, kuat, cerdas, dan pintar,” ungkapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....