Persiapan PPDB SMA/SMK di TTU, Belu, dan Malaka Dimatangkan

  • 10 Jun 2026 07:23 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Atambua – Cabang Dinas (Cabdis) Pendidikan Provinsi Wilayah II (TTU, Belu, Malaka) terus mematangkan berbagai persiapan jelang Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA/SMK secara serentak. Proses pendaftaran secara daring di tingkat SMA dan SMK akan segera dimulai pada tanggal 17 Juni mendatang.

Kepala Kantor Cabang Dinas Wilayah II Provinsi NTT, Dominikus Paulus Kolin, memastikan kesiapan sekolah dalam proses seleksi ini. "Pihak dinas telah melakukan koordinasi intensif melalui pertemuan daring bersama seluruh kepala sekolah di beberapa wilayah," kata Paul Kolin ketika ditemui rri.co.id di ruang kerjanya, Senin, 8 Juni 2026.

Pengawasan ketat akan diberlakukan selama masa pendaftaran agar proses penerimaan berjalan transparan serta sesuai aturan. Keterlibatan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam memantau proses ini menjadi upaya untuk memastikan pelaksanaan penerimaan berlangsung jujur dan adil.

Menurut Paul Kolin, penetapan sistem zonasi digunakan bertujuan menghindari lonjakan pendaftar yang tidak memenuhi kriteria di sekolah tertentu. Empat jalur pendaftaran yang disiapkan adalah Zonasi, Afirmasi, Prestasi Akademik, serta jalur Perpindahan Tugas Orang Tua.

Masyarakat diimbau untuk tidak khawatir karena sistem daring akan memproses pendaftar yang masuk lebih cepat terlebih dahulu. Terpenuhinya kuota pada hari pertama bukanlah bentuk permainan pihak sekolah, melainkan sistem daring yang bekerja sesuai urutan masuk.

Dominikus Seran, Kepala SMA Negeri 1 Atambua. (Foto: Dok. RRI Atambua/Yuni Tome)

Sementara itu, Kepala SMA Negeri 1 Atambua, Dominikus Seran Bria memberikan penjelasan rinci mengenai pembagian kuota. "Pihak sekolah menerapkan sistem zonasi sebesar 50 persen dari total kebutuhan siswa baru setiap tahunnya," ujarnya.

Selain zonasi, terdapat kuota prestasi akademik sebesar 20 persen dan jalur afirmasi sebesar 5 persen. Sisa kuota akan diisi oleh jalur nonakademik sebesar 5 persen serta jalur perpindahan orang tua sebesar 5 persen.

Seluruh persiapan teknis ini dilakukan agar proses penerimaan siswa baru berjalan lancar sesuai rencana pemerintah. "Harapannya adalah seluruh calon siswa mendapatkan akses pendidikan yang layak melalui jalur yang sudah resmi dibuka," kata Dominikus.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....