Wabup Belu Dorong Penguatan Keamanan Pangan Melalui GERMAS SAPA dan KKPA
- 28 Apr 2026 22:05 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Atambua – Dalam rangka penguatan program keamanan pangan di Kabupaten Belu yang berbatasan langsung dengan Negara Timor Leste, Loka POM Belu bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Belu menggelar Advokasi Program Gerakan Masyarakat Sehat Sadar Pangan Aman yang diselenggarakan di Lantai I Kantor Bupati Belu, Selasa. 28 April 2026.
Wakil Bupati Belu menyampaikan bahwa keamanan pangan merupakan salah satu aspek strategis dalam pembangunan kesehatan masyarakat, sekaligus berkontribusi terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendukung pencapaian target pembangunan nasional, termasuk penurunan stunting dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ucapnya.
Lanjutnya, Program Kabupaten/Kota Pangan Aman (KKPA) merupakan bentuk komitmen bersama antara pemerintah pusat dan daerah dalam mewujudkan sistem keamanan pangan yang terpadu dan berkelanjutan. Melalui program ini, pemerintah daerah didorong untuk memperkuat perencanaan, pelaksanaan, monitoring, serta inovasi di bidang keamanan pangan. KKPA juga menjadi instrumen penting dalam memetakan capaian daerah sekaligus mendorong peningkatan kinerja pengawasan pangan yang lebih efektif dan terukur.
Lebih lanjut, Wabup Belu menerangkan bahwa Gerakan Masyarakat Sadar Pangan Aman (GERMAS SAPA) hadir sebagai upaya pemberdayaan masyarakat melalui pendekatan berbasis komunitas.
“Program ini mencakup kegiatan Desa Pangan Aman, Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas, serta Sekolah yang Membudayakan Keamanan Pangan. Melalui keterlibatan aktif masyarakat, kader-kader, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan lainnya, diharapkan dapat tercipta kemandirian dalam menerapkan praktik keamanan pangan dari tingkat desa hingga lingkungan sekolah dan pasar,” terang Wabup Vicente Hornai.
Wabup Belu menegaskan, sinergi antara KKPA dan GERMAS SAPA menjadi kunci dalam mewujudkan ekosistem keamanan pangan yang kuat, mulai dari hulu hingga hilir.
“Pemerintah daerah tidak hanya berperan sebagai regulator, tetapi juga sebagai fasilitator dan penggerak kolaborasi lintas sektor.
Dengan dukungan seluruh pihak, baik pemerintah, pelaku usaha, maupun masyarakat, kita dapat menciptakan lingkungan pangan yang aman, bermutu, dan berdaya saing,” ujarnya.
Wabup juga mengharapkan melalui kegiatan ini bisa memperkuat komitmen dan kerja sama seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung keberhasilan program keamanan pangan di daerah.
“Semoga upaya yang kita lakukan bersama dapat memberikan manfaat nyata bagi kesehatan masyarakat dan kemajuan daerah,” pungkasnya.
Acara ini juga dirangkaikan dengan penandatanganan komitmen bersama program prioritas nasional intervensi keamanan pangan di Kabupaten Belu.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....