Longsor di Kereana, Malaka Rusak Rumah dan Akses Utama Warga
- 28 Apr 2026 08:45 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Malaka - Pemerintah Desa Kereana, Kecamatan Botin Leobele, Kabupaten Malaka, bergerak cepat melakukan penanganan dan mengidentifikasi rumah warga yang rusak akibat longsor pada Senin 28 April 2026. Bencana terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut selama satu hari lebih.
Terdapat sedikit sebelas rumah yang berada di area longsor terdampak. Dari jumlah tersebut sekitar 6 rumah terpantau alami kerusakan sementara 4 lainnya masih dalam kondisi relatif aman.
Terpantau akibat longsor kondisi rumah mengalami kerusakan mulai dari tembok retak terlihat menganga dengan nyaris ambruk, selain itu terdapat lantai rumah warga juga terlihat dengan garis patahan yang panjang. Kondisi ini jika dibiarkan tanpa penanganan lambat laun rumah warga akan rusak total.
Pemerintah desa Kereana telah turun langsung ke lokasi membantu warga yang terkena dampak, termasuk mengamankan dan mengevakuasi barang-barang milik warga ke tempat yang lebih aman.
Sekretaris Desa Kereana, Joni Suri menjelaskan pihak desa melakukan identifikasi rumah-rumah yang terdampak bencana longsor. Ia menyebut terdapat kurang lebih 11 rumah milik kepala keluarga (KK) terdampak longsor dan sudah sekitar 8 rumah yang mengalami kerusakan cukup parah. Titik longsor berada di pada batas dua dusun yakni Dusun Anametan dan Mesbaun.
"Di lokasi bencana ini terdapat 11 KK yang tersebar di dua dusun yakni Dusun Anametan dan Dusun Mesbaun yang bermukim di area longsor untuk sementara yang terkena dampak ada 8 KK dan empat rumah lainnya masih terpantau aman," kata Joni Suri, saat diwawancarai di lokasi longsor.
Selain merusak rumah warga, longsor juga nyaris memutuskan akses utama warga di wilayah tersebut. Terdapat patahan jalan aspal karena tanah yang bergeser akibat longsor yang membuat akses jalan utama warga di wilayah tersebut untuk sementraa tidak dapat dilalui.
Untuk sementara penanganan darurat yang dapat dilakukan pemdes bersama warga membersihkan material longsor pada pada badan jalan. Selain itu, pihak desa berencana mencari solusi dengan akan membuka jalur alternatif darurat guna memperlancar aktivitas warga.
Melihat dampak kerusakan jalan, diperlukan penanganan lanjutan, seperti pembuatan saluran darurat pada sisi jalan guna memperlancar aliran air. Hal ini untuk mengurangi longsor lanjutan akibat erosi saat hujan deras. Saat ini, warga melakukan saluran secara manual dengan alat seadanya.
Pihak desa juga berencana mengusulkan alat berat berupa eksavator mini guna memudahkan proses penggalian saluran. Permintaan penggunaan alat berat tersebut juga akan diusulkan bersama dengan sejumlah laporan kerusakan akibat dampak langsor lainnya kepada pemerintah daerah kabupaten Malaka.
"Kami dari Pemdes Kereana meminta pemerintah Kabupaten terkhusus dinas PUPR Kabupaten Malaka agar bisa memberikan bantuan dalam hal ini menurunkan eksa mini untuk kita bisa buatkan saluran sementara agar memperlancar aliran air pada lokasi longsor guna meminimalisir dampak erosi longsor yang lebih besar," ujar Joni Suri,.
Pihak desa juga telah mengidentifikasi rumah-rumah dan jalan yang rusak untuk dilaporkan kepada pemerintah daerah kabupaten guna penanganan lebih lanjut termasuk untuk memperoleh bantuan sebagai korban terdampak bencana.
"Nah sekarang kami sementara menghimpun data nya dan setelah itu akan kami buatkan laporan untuk disampaikan kepada pemerintah daerah Kabupaten Malaka dalam hal ini Bupati dan Wakil Bupati termasuk dinas-dinas terkait. Untuk kita bisa mendapatkan berbagai bantuan sebagai respon cepat pemerintah terhadap masyarakat yang terkena dampak bencana ini," kata Joni Suri,.
Dilaporkan tidak ada korban jiwa namun warga mengalami kerugian cukup besar. Belum diketahui secara pasti total kerugian warga korban bencana longsor namun pihak desa terus berupaya mengidentifikasi rumah-rumah yang rusak guna mengetahui total kerugian. (AS)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....