Pembangunan KDMP Beiudukfoho Terus Dikebut Progres Mendekati 10 Persen

  • 20 Apr 2026 10:46 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Malaka - Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Beiudukfoho, Kecamatan Rinhat, Kabupaten Malaka, terus dikebut. Sejak dimulai 8 April 2026, progres kini sudah masuk tahap pembuatan pondasi.

Pantauan di lokasi pada Sabtu 18 April 2026, lokasi pembangunan gedung KDMP menggunakan lahan aset desa yang berada tepat di belakang kantor desa. Pondasi hampir rampung dengan capaian 75 persen setelah lima hari pengerjaan.

Rangka besi untuk slof bawah dan tiang kolom juga sudah dipasang di atas pondasi yang selesai, bersiap untuk tahap pengecoran. Satu unit mesin molen tampak disiagakan, dua unit truk juga tampak beroperasi sementara material pasir tersedia di lokasi untuk mendukung pengecoran tiang dan slof.

Sintus Klaran, tukang yang menangani pekerjaan dari pondasi hingga slof atas, mengatakan saat ini pekerjaan memasuki Minggu kedua, sisa pondasi akan dirampungkan bersamaan dengan pengerjaan slof.

“Habis slof, tunggu timbun, sambil cor tiang. Kita kerjakan bagian yang sudah ada materialnya dulu,” ujar Sintus. Kendati demikian ia optimistis pembangunan akan mampu dikerjakan dalam waktu satu bulan.

Supplier bersama Babinsa setempat turun langsung mengawasi pekerjaan setiap hari. Babinsa Desa Beiudukfoho, Sebastio De Jesus, yang setiap hari memantau progres, menjelaskan kendala utama ada pada kontur tanah yang miring. Akibatnya, pondasi harus dibangun lebih tinggi, mencapai tiga meter di sisi paling curam.

“Urukan bisa sampai 100 rit sirtu. Di gambar awal tidak terlihat karena digambar di tempat rata, padahal lokasinya di gunung,” kata Sebastio.

Ditambah kondisi jalan yang cukup terjal pada medan pegunungan cukup menyulitkan truk pengangkut material dalam jumlah banyak ke lokasi KDMP jadi sedikit terlambat. Babinsa menyebut ini bukan kendala yang berat hanya butuh sedikit penyesuaian dengan kondisi lapangan.

Menurut Sebastio pekerjaan KDMP Beiudukfoho terbilang cepat karena progres nya mendekati 10 persen meski baru dimulai beberapa hari lalu. Tukang yang bekerja juga dinilai rajin dan cekatan dalam menyelesaikan setiap tahapan pekerjaan.

Sebastio menambahkan, pencairan dana tahap 10 persen baru bisa diajukan setelah slof bawah selesai. “Saat ini dana belum bisa cair karena progres belum 10 persen. Ini bukan kendala, hanya penyesuaian kondisi lapangan. Awalnya supplier pertama angkat tangan karena medannya, kemudian dilanjutkan dengan supplier kedua bertahan sampai sekarang,” ucap Sebastio.

Secara keseluruhan, pembangunan gedung KDMP berjalan sesuai rencana tanpa hambatan signifikan. Meski ada penyesuaian teknis, pembangunan dipastikan tetap berjalan lancar. Proyek yang dimulai 8 April ini ditargetkan selesai paling lambat tiga bulan ke depan. (AS)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....