Petani Holtikultura Belu Inginkan Keberpihakan Pemerintah Standarisasi Harga

  • 15 Apr 2026 19:20 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Atambua - Petani Holtikultura di Kabupaten Belu menyuarakan harapan besar adanya standarisasi harga komoditas tomat. Hal ini disebabkan sering terjadinya fluktuasi harga yang dinilai tidak menentu dan kerap merugikan petani.

Petani Umaklaran Fridolinus Mau Making mengungkapkan harga tomat bisa melonjak tinggi dalam waktu singkat, namun juga dapat anjlok drastis ketika produksi melimpah, sehingga segera adanya standarisasi harga mengingat biaya produksi yang cukup tinggi.

Frido menambahkan, ketika harga tinggi dengan stok terbatas petani mendapatkan keuntungan besar, namun saat harga jatuh biaya produksi seringkali tidak tertutupi.

“Ini menjadi tantangan serius bagi keberlangsungan usaha pertanian Holtikultura,” ucap Fridolinus Mau Making.

Petani juga menilai selama ini tidak ada intervensi serius dari pemerintah daerah untuk melindungi petani, sehingga menginginkan regulasi yang jelas dengan itu posisi tawar petani tidak diperhadapkan dengan tengkulak dan distributor besar.

Dirinya juga menyoroti program pendampingan yang ada dianggap belum menyentuh persoalan utama yakni kepastian dan perlindungan harga produksi. Salah satunya yakni minimnya pendampingan PPL Umaklaran.

“Sebagai petani kita sangat mengharapkan perhatian mengenai standarisasi harga,” kata Fridolinus Mau Making, pada Rabu 15 April 2026.

Menurut Frido jika kondisi ini terus dibiarkan, petani khawatir minat masyarakat untuk bertani semakin menurun. Kini dirinya mengharapkan adanya standarisasi harga dan pembenahan sistem distribusi untuk kesejahteraan dan kemajuan pertanian Holtikultura dari wilayah perbatasan. (KM)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....