Uskup Atambua Menyikapi Pemanasan Global Menyerukan Tobat Ekologi

  • 13 Apr 2026 16:49 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Atambua - Uskup Atambua Monseinyur Dominikus Saku, Pr. menyerukan tobat ekologi dan tindakan nyata atau aksi ekologi kepada segenap umat, warga Keuskupan Atambua untuk merawat alam.

Hal ini sebagai upaya mengantisipasi ancaman pemanasan global global warming. Akibat pemanasan global dampaknya adanya ancaman kekeringan ekstrem di musim tanam tahun 2026 seperti prakiraan Badan Meteorologi Klomatologi dan Geofisika (BMKG).

Ia menyebut oleh lembaga riset dan badan prakiraan cuaca dan iklim sudah memperingatkan akan hal peringatan global (global warming) menyangkut perubahan iklim menyebabkan pemanasan bumi secara global.

Pihak gereja kata Uskup Dominikus terus menerus mengupayakan apa yang dinamakan tobat dan aksi nyata ekologi. Tobat ekologi segenap umat manusia dituntut untuk menata sikap dan tingkah laku serta cara berpikir tentang alam.

“Alam itu sampai sekarang bumi hanya satu, tanah air dan segala sesuatu terkandung di dalam tersedia sangat terbatas. Kita manusia harus tahu membatasi diri dalam mengeksploitasi alam kepentingsan sesat tidak dapat dipertanggungjawabkan,” kata Uskup Atambua. Minggu 29 Maret 2026.

Ia mengatakan kita juga perlu mengambil bagian melestarikan alam yang ada yang terdiri dari hewan dan tumbuhan. Apa yang dinamakan clean energy dan green ekonomi hadir untuk mengurangi dampak pemanasan global. Mau mengingatkan bahwa semua makluk ada pada tempatnya dikarenakan kehilangan salah satu kehilangan mata rantai ekologi.

“Termasuk planton paling kecil tidak boleh dihancurkan. Meracuni tanah, pohon-pohon dan rumput, hewan kecil, Tindakan kimiawi seringkali merusak alam,” ujarnya.

Seruan Gereja melalui Uskup Atambua tentang bahaya pemanasan global sudah dimulai sejak tahun 2008 silam.

Seruan gereja kurang lebih 16 tahun lalu perlu disikapi secara bijak saatnya tidak lagi merusak alam. Salah satu hal dipertegas Uskup Dmonikus terkait aktifitas warga tani di lahan garapan berupa penggunaan bahan kimia. Apa yang dilakukan menunjukan mental instan warga tani yang tidak boleh dilakukan, dikarenakan telah mengambil bagian merusak alam.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....