PMKRI Kefamenanu Soroti Dugaan Penyelundupan BBM di Perbatasan
- 06 Apr 2026 15:55 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Kefamenanu - Gejolak perang Timur Tengah yang mengancam energi tiap negara hingga daerah, tetapi penyelundupan BBM di TTU ke Timor Leste khususnya Distrik Oe-Cusse terus terjadi. Karena itu, Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Kefamenanu menyoroti praktik penyelundupan (BBM) dari Indonesia menuju Timor Leste yang terus berulang dan luput dari pantauan aparat baik kepolisian dan TNI khususnya Satgas Pamtas RI-RDTL sektor Barat. Hal ini disampaikan oleh, anggota Germas PMKRI Rian Fretis, via pesan WhatsApp pada Senin 6 April 2026.
Menurut Rian, bahwa sejak 20 Maret 2026 hingga saat ini telah terjadi tiga kali penyelundupan BBM. Dalam satu kali penyelundupan, ditemukan empat jerigen berkapasitas 35 liter, sehingga total BBM yang berhasil diselundupkan mencapai sedikitnya 420 liter.
"Kami dari Presidium GERMAS PMKRI Cabang Kefamenanu menilai bahwa fenomena ini tidak dapat lagi dipandang sebagai kejadian sporadis, melainkan telah menunjukkan pola yang berulang dan sistematis. Terlebih, dalam beberapa kasus, aktivitas penyelundupan justru berhasil digagalkan oleh aparat penjaga perbatasan Timor Leste, sementara di sisi Indonesia praktik tersebut kerap lolos tanpa hambatan berarti", ujar Rian.
Kondisi ini menimbulkan pertanyaan serius terkait pengawasan di wilayah perbatasan Indonesia. Jika penyelundupan terus terjadi dan selalu berhasil melewati pos pengamanan, maka patut diduga adanya kelemahan dalam sistem pengawasan, bahkan tidak menutup kemungkinan adanya pembiaran,” kata Rian.
Lebih jauh kata Rian bahwa, PMKRI juga menduga adanya keterlibatan oknum aparat dalam memperlancar aktivitas ilegal tersebut. Tetapi dugaan ini perlu ditindaklanjuti melalui proses evaluasi internal yang transparan dan akuntabel oleh aparat penegak hukum terkait.
Masih terkait konteks energi dan BBM selundupan ke Timor Leste, Germas PMKRI Cabang Kefamenanu menilai bahwa praktik penyelundupan BBM tidak bisa dilepaskan dari dinamika global yang terus berkembang. Ketegangan geopolitik antarnegara maju di Timur Tengah ditambah, fluktuasi harga minyak dunia, serta ketergantungan Indonesia terhadap impor energi menjadikan sektor energi sebagai salah satu titik rawan dalam ketahanan nasional. Sehingga perlu pengawasan ketat bukan pembiaran pintu perbatasan oleh aparat penegak hukum TTU", kata Rian.
"Jika praktik penyelundupan BBM ini terus dibiarkan, maka secara tidak langsung akan memperlemah ketahanan energi nasional terlebih TTU. Kebocoran distribusi BBM di wilayah perbatasan bukan hanya merugikan negara secara ekonomi, tetapi juga mengganggu stabilitas pasokan energi yang sangat dibutuhkan masyarakat, terutama di tengah situasi global yang tidak menentu", ujar Rian
Karena itu, PMKRI Cabang Kefamenanu mendesak agar dilakukan langkah serius berupa evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengamanan di pos lintas batas negara dan perketat jalur-jalur tidak resmi. Hal ini penting supaya dipastikan tidak adacelah yang dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu demi kepentingan pribadi maupun kelompok dari sisi ekonomi", ujar Rian.
“Negara tidak boleh kalah oleh praktik ilegal (penyelundupan BBM) di wilayah perbatasan. Jika tidak ada langkah tegas dari aparat terkait, maka kami akan membuka seluruh data yang kami miliki kepada publik serta mengambil langkah aksi sebagai bentuk kontrol sosial,” ujar Rian.
Ia menambahkan bahwa PMKRI cabang Kefamenanu berkomitmen untuk terus mengawal isu-isu strategis di wilayah perbatasan, termasuk praktik penyelundupan BBM yang tidak hanya merugikan negara secara ekonomi, tetapi juga mencederai integritas kedaulatan negara di garis terdepan (SK).
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....