Ribuan Jemaat GMIT Polycarpus Atambua Ikuti Ibadah Jumat Agung

  • 03 Apr 2026 12:31 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Atambua - Ribuan jemaat mengikuti perayaan Ibadah Jumat Agung di Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) Policarpus Atambua dengan penuh khidmat dan suasana reflektif, pada Jumat 3 April 2026.

Ibadah Jumat agung mengangkat tema “Kasih Tuhan Lebih Besar dari Rasa Sakit-Nya” ini dipimpin oleh Pdt. Zemri Josri Adriano Solle, S.Th. dengan pembacaan Firman Tuhan dari Injil Matius 27 ayat 32-56 yang mengisahkan peristiwa penyaliban Yesus Kristus.

Dalam khotbahnya, Pdt. Zemri Josri Adriano Solle menegaskan bahwa peristiwa penyaliban Tuhan Yesus bukan sekadar kisah penderitaan dan kematian, melainkan juga menjadi cermin bagi kehidupan manusia saat ini.

“Peristiwa penyaliban Tuhan Yesus bukan hanya tentang penderitaan dan kematian, tetapi juga menjadi cermin yang memperlihatkan wajah manusia,” ujarnya.

Ia menjelaskan, di bawah salib terdapat berbagai kelompok manusia dengan respons yang berbeda-beda.

“Di bawah salib, ada kelompok yang mengabaikan, ada yang menghina dan menghukum, tetapi ada juga yang percaya, meratapi, serta bersujud memohon ampun,” katanya.

Lebih lanjut, Pdt. Zemri mengajak seluruh jemaat untuk memaknai kematian Yesus sebagai jalan keselamatan bagi umat manusia.

“Kematian Tuhan Yesus adalah untuk menebus dosa manusia. Karena itu, melalui peristiwa Jumat Agung ini, kita semua diingatkan untuk kembali merefleksikan kehidupan kita dan memperbaharui diri,” ucapnya.

Ia menekankan pentingnya hidup dalam takut akan Tuhan serta menjalankan perintah-Nya dalam kehidupan sehari-hari.

“Kita dipanggil untuk hidup takut akan Tuhan dan setia mengikuti perintah-Nya dalam setiap aspek kehidupan,” tegasnya.

Selain itu, Pdt. Zemri juga menyoroti kondisi kehidupan umat saat ini yang dinilai mulai menjauh dari nilai-nilai iman.

“Seringkali manusia mengabaikan Tuhan, menjalankan pelayanan tetapi tidak sepenuh hati, dan hidup tidak lagi dalam kasih,” ungkapnya.

Menurutnya, momentum Jumat Agung harus menjadi titik balik bagi jemaat untuk kembali kepada Tuhan.

“Melalui Jumat Agung ini, jemaat diajak untuk mau memikul salib dan mengikut Yesus dengan sungguh-sungguh,” katanya.

Menutup khotbahnya, ia kembali mengingatkan makna tema yang diangkat dalam ibadah tersebut.

“Kasih Tuhan jauh lebih besar dari rasa sakit-Nya. Itu bukti bahwa kasih-Nya tidak terbatas bagi kita semua,” pungkasnya.

Ibadah Jumat agung diawali dengan drama penyaliban Tuhan Yesus yang dipernahkan oleh para pemuda. Seluruh rangkaian ibadah berlangsung dengan penuh hikmat hingga akhir, diiringi doa dan puji-pujian yang membawa jemaat pada suasana perenungan mendalam atas pengorbanan Yesus Kristus.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....