Warga Tani Belu Enggan Berutang Takut Terjerat Praktik Ijon Dijalankan Rentenir
- 29 Mar 2026 15:43 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Atambua - Warga tani penggarap lahan yang ada di Kelurahan Tulamalae Kabupaten Belu enggan terjerat praktik ijon. Pasalnya praktek ijon memberatkan dari sisi ekonomi.
Para peminjam terpaksa harus mengembalikan sejumlah uang dengan bunga tinggi atau hasil panen kepada pemilik uang. Selain itu sudah menjadi kebiasaan dijalankan para pemilik modal atau para rentenir menjerat masyarakat tani yang lagi kesulitan ekonomi.
Biasanya memasuki setiap musim tanam warga tani diperhadapkan kesulitan uang untuk aktifitas bercocok tanam. Ujung-ujungnya terjerat praktik ijon dengan meminjam sejumlah uang kepada para rentenir.
Mama Filomena Sae salah satu warga tani Kelurahan Tulamalae Belu enggan untuk meminjam uang kepada para rentenir dikarenakan bunga tinggi saat pengembalian.
Ditemui rri,co.id mama Filomena mengungkapkan dirinya tidak ingin meminjam uang kepada para rentenir dikarenakan takut tidak bisa mengembalikan.
Ia menyebut, paling memberatkan aktifitas menanam di lahan Garapan, saat itu seringkali warga tani kesulitan uang.
Dirinya pun sudah kalkulasi betul biaya yang hendak dikeluarkan untuk aktifitas bercocok tanam. Menutupi kekurangan biaya, biasanya dibantu oleh anak-anak sehingga tidak perlu meminjam.
“Kami tidak mau pinjam karena takut tidak bisa kembalikan uang karena bungga tinggi. Biasa kalau mau tanam itu yang uang kurang tunggu anak bantu baru mulai kerja,” kata mama Filomena saat ditemui Jumat 27 Maret 2026.
Dirinya mengatakan, seringkali pula dari petugas koperasi menawarkan untuk meminjamkan uang saat musim tanam tiba, tetapi di tolak. Alasan yang ia sampaikan selain tidak bisa mengembalikan, juga terkesan merugi setiap panen yang diperoleh harus dipotong untuk utang.
“Sudah usia tua kita takut juga tidak bisa bayar utang, kasian juga kerja capai hasil harus bagi karena utang itu kita rugi,” ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....