Ribuan Umat Paroki Katedral Atambua Hadiri Perayaan Misa Daun Palma
- 29 Mar 2026 13:55 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Atambua - Ribuan umat katholik Paroki Katedral Keuskupan Atambua-NTT, Mengikuti perayaan misa ekaristi kudus misa minggu palma, minggu 29 Maret 2026.
Minggu palma lasim disebut misa daun-daun ini sebagai awal Gereja Katholik memasuki pekan suci Paskah.
Uskup Atambua Monsinyur Dominikus Saku, Pr. dalam renungannya memaknai kisah sengsara Tuhan Yesus Kristus mengajak segenap umat untuk membangkitkan di dalam diri kesadaran tentang hukum kehidupan dan kematian.
Ia menyebut Tuhan datang dengan mewartakan kepada sekalian umat tentang hukum kehidupan. Mau menyelamatkan serta memberikan hidup yang sejati yang Ia peroleh melalui jalan pengorbanan hingga wafat di kayu salib demi menebus dosa umat manusia,
“Melalui jalan pengorbanan, jalan sengsara, jalan penderitaan, jalan kematian dan masuk ke dalam alam kematian.” kata Uskup Dominikus.
“Tuhan mengajak sekalian umat kata Uskup agar kita juga rela mati bersama Kristus, dikuburkan dalam kehinaan setra dosa lalu siap untuk bangkit bersama Dia,” ucapnya.
Gembala umat katolik perbatasan Belu ini mengungkapkan Tuhan Yesus datang untuk mewartakan kepada kita kehidupan yang membawa damai sejahtera. Sekalian umat katholik Keuskupan Atambua pun dituntut untuk lebih berani memerangi semangat permusuhan, pertikaian konflik dan peperangan sambil menyalakan dalam diri semangat damai sejahtera kerukunan kesatuan dan kedamaian.
"Tuhan menghubungkan surga dan bumi mau membawakan kembali kepada kita kehidupan yang sejati seraya menghendaki agar kita berjuang memerangi segala kehinaan ketersinggungan menjadikan kita selalu merasa permusuhan dengan sesama,” kata Uskup Atambua.
Ia mengatakan di balik kisah sengsara Tuhan Yesus Kristus dalam perayaan Paskah tahun 2026 umat di minta untuk bisa mengosongkan diri, menjadikan Tuhan semakin meraja dalam diri agar kita juga mampu hidup dalam kedamaian, persatuan, rukun bersama Tuhan dan juga sesama.
Rangkaian perayaan ekaristi kudus Minggu Palma diawali perarakan daun palma mengenang seluruh kisah sengsara Yesus saat memasuki kota Yerusalem. Umat membawa daun palma di tangan sambil berseru “Hosana Putra Daud”. Lambang kemulian Tuhan Yesus saat datang di elu-elukan diagungkan kemudian di hinakan dalam kisah sengsara, harus wafat bahkan wafat di kayu salib untuk membawa kemenangan atas dosa dan maut.
Perayaan misa Daun Palma bertempat Gereja Katedral Atambua diadakan sebanyak dua kali misa di ikuti umat dalam suasana khusyuk aman dan lancar.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....