Keterlambatan Pupuk Kendala Petani Belu untuk Lahan Persawahan

  • 28 Mar 2026 14:05 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Atambua - Keterlambatan distribusi pupuk di tingkat petani masih menjadi salah satu persoalan di tingkat petani dalam menggarap lahan basah persawahan di Kabupaten Belu.

Petani di Belu cenderung terlambat melakukan pembelian di setiap toko distributor pupuk, sehingga pada akhirnya terlambat melakukan pemupukan tanaman.

Warga tani Kelurahan Tulamamalae Kabupaten Belu Marten kepada rri.co.id, Kamis 26 Maret 2026 mengungkapkan, untuk musim tanam 1 (MT 1) tahun 2026 didukung curah hujan baik pertanaman padi tumbuh subur. Menjadi kendala terlambat menebus pupuk, atau pun pupuk tersedia tidak lebih awal membeli padahal sudah waktunya melakukan pemupukan tanaman, terpaksa membeli pupuk non subsidi.

Untuk tetap menjaga unsur hara kesuburan pertanaman agar bisa memperoileh hasil panen maksimal terpaksa dirinya membeli pupuk non subsidi yang harga beli jauh lebih mahal ketimbang pupuk subsidi pemerintah.

“pemupukan kami mengharapkand ari kelompok Cuma ada keterlambatan pembelian terpaksa membeli pupuk non subsidi,” ungkap Marten.

Untuk memperoleh pupuk sesuai Rencana Defenitif Kebutuhan Kelompok (RDKK), sehingga setiap anggota kelompok sudah harus menyetor sejumlah uang untuk melakukan pembelian. Terkadang mekanisme ini diabaikan pada giliranya sulit memperoleh pupuk alasan kelangkaan, pada gilirannya terjadi keterlambatan pemupukan tidak sesuai periode tanam.

“Ada keterlambatan pengiriman dari kelopmpok punya belu mau tidak mau ambil dari luar pupuk non subsidi harga lebih mahal. Ini hitungan umur padi seharusnmya sudah di pupuk itu yang kita lakukan biar panen baik,” ucapnya.

Mekanisme pemeliharaan pertanaman padi selain olah lahan, penyiangan gulma, pengendalian hama penyakit dan tidak kalah penting adalah pemupukan. Pemupukan tanaman pun waktu tertentu sesuai usia pertanaman padi, sehingga bisa memperoleh hasil panen maksimal. Hal ini terkesan tidak dilakukan oleh warga tani secara baik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....