BMKG Mali Ajak Masyarakat Waspadai Dampak Perubahan Iklim di Alor

  • 26 Mar 2026 07:30 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Alor - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terus melakukan pemantauan kondisi cuaca di Kabupaten Alor melalui berbagai sistem pengamatan. Pemantauan ini dilakukan untuk memastikan informasi cuaca yang disampaikan kepada masyarakat tetap akurat dan dapat dijadikan acuan dalam beraktivitas.

Observer Meteorologi BMKG Mali, M. Pramastya Nurrafi, menjelaskan bahwa selain menggunakan alat observasi yang berada di wilayah Alor, BMKG juga memanfaatkan teknologi pemantauan dari pusat seperti satelit dan radar.

“Pemantauan BMKG dilakukan melalui berbagai alat observasi, baik alat otomatis maupun manual di wilayah Alor, serta pemantauan dari satelit dan radar yang dimiliki BMKG,” jelas Pramastya. Rabu, 25 Maret 2026.

Ia mengatakan pemantauan radar untuk wilayah Alor juga dapat dilakukan melalui radar yang berada di Kupang. Meskipun jangkauannya cukup jauh, sebagian wilayah Alor masih dapat terpantau melalui sistem tersebut.

Menurutnya, pemantauan cuaca dilakukan dengan mengamati berbagai unsur atmosfer seperti awan, suhu udara, tekanan udara, angin, serta curah hujan. Data tersebut kemudian dianalisis untuk menghasilkan informasi prakiraan cuaca bagi masyarakat.

Pramastya juga mengingatkan masyarakat agar memperhatikan informasi cuaca sebelum melakukan aktivitas di laut maupun di luar ruangan. Hal ini penting untuk mengurangi risiko kecelakaan akibat kondisi cuaca yang tidak menentu.

“Kalau ingin melaut, masyarakat harus melihat kondisi cuaca terlebih dahulu dan tetap berjaga-jaga terhadap diri sendiri. Ketika awan mulai gelap, sebaiknya segera menepi dan tidak memaksakan diri untuk tetap melaut,” ujarnya.

Ia menegaskan masyarakat tidak boleh memaksakan diri melaut ketika terjadi gelombang tinggi atau hujan lebat karena kondisi tersebut dapat membahayakan keselamatan.

Selain itu, Pramastya menjelaskan bahwa cuaca di wilayah Alor dipengaruhi oleh berbagai fenomena atmosfer global seperti ENSO, La Nina, Indian Ocean Dipole (IOD), serta Madden Julian Oscillation (MJO) yang dapat mempengaruhi pola hujan dan angin.

Untuk menghadapi dampak perubahan iklim, masyarakat diimbau meningkatkan langkah mitigasi seperti mengelola air dengan baik, menyesuaikan pola tanam di sektor pertanian, menjaga lingkungan, serta selalu memantau informasi cuaca resmi dari BMKG.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....