Perubahan Iklim Picu Suhu Meningkat dan Cuaca Ekstrem di Wilayah Kabupaten Alor

  • 26 Mar 2026 07:15 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Alor - Perubahan iklim mulai dirasakan di Kabupaten Alor dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi ini ditandai dengan meningkatnya suhu udara, perubahan pola musim, serta semakin seringnya kejadian cuaca ekstrem.

Observer Meteorologi BMKG Mali, M. Pramastya Nurrafi, mengatakan fenomena tersebut sejalan dengan tren pemanasan global yang juga terjadi di berbagai wilayah dunia, termasuk Indonesia.

“Perubahan iklim di wilayah Kabupaten Alor sudah mulai terasa yang ditandai dengan adanya peningkatan suhu udara, perubahan pola musim serta meningkatnya frekuensi kejadian cuaca ekstrem,” ujar Pramastya. Rabu, 25 Maret 2026.

Ia menjelaskan, secara umum wilayah Indonesia termasuk Nusa Tenggara Timur mengalami tren pemanasan yang konsisten dalam beberapa dekade terakhir. Hal ini juga sesuai laporan IPCC yang menyebutkan suhu global meningkat sekitar 1,1 derajat Celcius dibandingkan era pra-industri sekitar tahun 1850.

Menurutnya, perubahan iklim global turut mempengaruhi kondisi cuaca di wilayah Alor. Beberapa faktor yang berperan antara lain pemanasan suhu permukaan laut, perubahan sirkulasi atmosfer, serta fenomena global seperti ENSO yang mencakup El Nino dan La Nina, serta Indian Ocean Dipole (IOD).

Pramastya menambahkan, tanda-tanda perubahan iklim di Alor dapat dirasakan melalui suhu udara yang semakin panas, musim yang tidak menentu, hingga curah hujan yang tidak merata serta meningkatnya kejadian hujan lebat.

“Berdasarkan analisis data suhu rata-rata tahunan, terlihat ada tren peningkatan suhu sekitar 0,02 derajat Celcius per tahun atau sekitar 0,2 hingga 0,3 derajat Celcius per dekade,” ungkapnya.

Menurutnya, meskipun terlihat kecil, peningkatan tersebut tetap berdampak besar terhadap sistem iklim dan karakter cuaca di suatu wilayah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....