Pater Krispianus Minta Dapur SPPG di Insana Barat
- 24 Mar 2026 19:49 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Kefamenanu - Pastor Paroki Mamsena Kecamatan Insana Barat Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) meminta Pemda TTU (Satgas MBG) untuk mempercepat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah pedesaan. Karena program MBG ini sudah berjalan setahun lebih tetapi anak-anak di pedesaan belum menikmati manfaatnya karena belum adanya dapur MBG. Hal ini disampaikan oleh Pater Krispianus Leo, SVD saat diwawancarai awak media di Pastoran tersebut pada Minggu 22 Maret 2026.
Menurut Pater Krispianus bahwa, ia melihat program MBG di Kota Kefamenanu sudah berjalan lancar dan ribuan anak-anak sudah menikmati program unggulan Presiden Prabowo-Gibran. Tetapi di wilayah Kecamatan Insana Barat ini, belum ada satupun dapur SPPG sehingga anak-anak di pedesaan bisa merasakan program MBG ini.
"Sebagai Pastor Paroki Mamsena, kami sangat mendukung program MBG, tapi kami butuh dapur untuk memasak makanan bergizi bagi anak-anak. Tanpa dapur, program ini tidak bisa berjalan efektif. Jadi kalau kita bicara pemerataan gizi anak-anak dan kesejahteraan masyarakat secara umum maka belum ada dampak bagi masyarakat Insana Barat. Sebab program MBG yang menjadi andalan pemerintah pusat belum dinikmati anak-anak di Insana Barat", kata Pater Krispianus.
Lebih jauh kata Pater Krispianus bahwa, sebelum dapur SPPG dibuat di Insana Barat maka Pemda TTU juga perlu mendukung masyarakat setempat supaya bisa menyiapkan bahan baku yang dibutuhkan dapur SPPG ke depan seperti sayur-sayuran dan buah-buahan. Selaku Pastor Paroki Mamsena, Pater Krispianus akan menyampaikan melalui mimbar gereja supaya masyarakat Insana Barat harus menanam sayuran hortikultura yang dibutuhkan dapur SPPG untuk menopang program MBG.
"Bahan baku untuk program MBG harus bisa diambil dari kebun masyarakat sehingga gizinya bisa terjamin. Jangan sampai sayuran dan buah-buahan diambil dari luar Insana Barat atau TTU tetapi pestisidanya melampaui batas maka anak-anak bisa keracunan karena bahan baku tidak steril. Selain itu, perputaran uang juga akan berada di masyarakat Insana Barat dann bukan berada di luar wilayah Insana Barat", kata Pater Krispianus.
Ia menambahkan bahwa kalau hanya sekedar menanam sayuran atau buah-buahan, makan kebun Misi SVD tersedia 30 hektare dan saat ini yang diolah baru 4 hektare dan masih tersedia 26 hektare yang bisa ditanami masyarakat berkolaborasi dengan gereja. Karena buah yang dibutuhkan dapur SPPG maka pihaknya berencana menanam Pepaya California, Melon dan Semangka. Supaya masyarakat diberdayakan dan gizi anak-anak terjamin", kata Pater Krispianus.
Terpisah Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) Norbertus Tubani, juga meminta percepatan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah pedesaan. Meskipun program ini sudah berjalan setahun, anak-anak di pedesaan belum menikmati manfaatnya, sehingga gizi mereka belum tertolong.
"Program MBG sangat penting untuk meningkatkan kualitas gizi anak-anak di pedesaan. Kami meminta pemerintah untuk mempercepat implementasi program ini agar anak-anak kita bisa mendapatkan makanan bergizi yang layak. Karena kita tahu bahwa MBG membantu anak-anak dari orangtua yang tidak mampu memenuhi gizi anaknya sehingga program ini harus dipercepat," kata Politisi PKB ini.
Menurut Norbertus, program MBG untuk dapur SPPG yang masuk kategori daerah 3T harus segera dibangun sehingga tidak ada kecemburuan dari masyarakat pedesaan. Sebab anak-anak di Kota Kefamenanu sudah mendapatkan MBG, tetapi anak-anak di pedesaan tidak mendapatkan hak mereka", ujar Norbertus (SK).
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....