Tiga Bupati sedaratan Timor Berjuang Mendapatkan Bantuan Perumahan

  • 19 Mar 2026 18:58 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Kefamenanu - Tiga Bupati di daerah perbatasan Indonesia-Timor Leste yakni Bupati TTU, Belu dan Malaka sedang berjuang keras untuk mendapatkan bantuan rumah dari program 3 juta unit rumah yang dicanangkan pemerintah Indonesia. Apalagi program tersebut bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama di daerah perbatasan. Hal ini disampaikan oleh Bupati TTU Yosep Falentinus Delasalle Kebo saat diwawancarai awak media di ruangannya pada Selasa 17 Maret 2026.

Menurut Bupati Falent bahwa, saat ini ada program 3 juta unit rumah yang menjadi inisiatif Presiden Prabowo Subianto dan dilaksanakan oleh Kementerian Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PKP). Tetapi untuk mendapatkan bantuan Infrastruktur berupa rumah, maka Bupati di kawasan perbatasan tidak bisa berjuang sendirian melainkan harus berjuang bersama sehingga mendapat atensi pemerintah pusat", kata mantan TNI ini.

"Kabupaten TTU, Belu dan Malaka merupakan beranda terdepan Indonesia-Timor Leste. Sehingga kalau bisa tiga kabupaten perbatasan ini diberikan kuota yang cukup dari program 3 juta unit rumah itu. Jika 3 kabupaten ini mendapat 3 persen dari program tersebut maka jumlahnya bisa mencapai 90.000 dan dibagi rata ke tiap kabupaten maka jumlahnya mencapai 30.000 dan ini sangat membantu masyarakat", kata Bupati Falent.

Lanjutnya bahwa yang menjadi tantangan besar dalam mengakses program ini, termasuk keterbatasan anggaran, regulasi yang kompleks, dan koordinasi tidak bisa dilakukan masing-masing kepala daerah tetapi harus kolaboratif sehingga menarik perhatian pemerintah pusat yakni Menteri PKP. Namun, mereka tetap optimis bahwa dengan sinergi yang baik, target ini dapat dicapai secara bertahap", ujar Bupati Falent optimis.

"Pasalnya, program 3 juta rumah ini dibagi menjadi 3 komponen dimana 1 juta unit dibangun di perkotaan, 1 juta unit dibangun di pedesaan, dan 1 juta unit diperuntukan bagi wilayah pesisir. Sehingga ini menunjukkan perhatian pada pemerataan dan inklusivitas", kata Pendiri Ormas Beta Timor ini.

Ia menambahkan bahwa pemerintah juga mengembangkan konsep subsidi produktif untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah memiliki rumah. Sehingga saya selaku Bupati TTU bersama Bupati Belu dan Malaka berjuang secara kolaboratif supaya diberi perhatian. Ini juga merupakan komitmen pemerintah pusat hingga daerah. Supaya lewat program ini bisa membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat di daerah perbatasan", kata Bupati Falent (SK).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....