Faktor Ekonomi Menjadi Tantangan Bagi Anak Berkebutuhan Khusus

  • 19 Mar 2026 14:27 WIB
  •  Atambua

RRI. CO.ID, Atambua – Upaya peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) bagi kaum disabilitas menjadi tantangan yang dihadapi di era modern. Terpantau dimasyarakat tidak semua keluarga memberikan ruang bagi anak-anak berkebutuhan khusus untuk menempuh pendidikan.

Hal tersebut dikatakan Vinsensius Kia Beda Direktur Yayasan Pijar Timur Indonesia, melalui rri.co.id, senin 17 maret 2026.“ Kami melihat ada orang tua yang tidak memiliki niat untuk menyekolahkan anaknya berkebutuhan khusus.,” kata Vinsesius Kia Beda.

Tantangan yang dihadapi terkait faktor ekonomi keluarga yang belum begitu memadai untuk memenuhi kebutuhan dalam rumah tangga . Selain itu ada sebagian keluarga yang melihat anak berkebutuhan khusus sebagai orang tidak berdaya dan menjadi beban ekonomi bagi keluarga.

“ Faktor ekonomi menjadi tantangan bagi keluarga untuk bagaimana mereka memenuhi kebutuhan anak berkebetuhan khusus termasuk pendidikan. Ada yang menganggap anak berkebutuhan khusus sebagai beban ekonomi bagi keluarga,” ucap Vinsensius Kia Beda.

Bidang pendidikan sebagai solusi mendidik anak berkebutuhan khusus untuk menjadi generasi bangsa yang mendiri. “ Anak berkebutuhan khusus mereka cacat fisik tapi memiliki kemampuan yang luar biasa. Seperti dalam bidang musik, olahraga, bernyanyi dan lainnya,” tutur Vinsensius Kia Beda.

Sebagai upaya lanjutan kedepan perlu adanya kolaborasi dari berbagai pihak untuk mendukung anak berkebutuhan khusus agar mendapatkan pendidikan yang setara.

“ Perlu adanya kolaborasi dari keluarga, pemerintah, komunitas dan lainya. Dimana masing-masing punya peran punya peran memberikan edukasi agar masyarakat paham pentinya pendidikan” kata Vinsensius Kia Beda

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....