Tantangan Sekolah Bina Kemandirian Anak Disabilitas
- 16 Mar 2026 04:04 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Alor - SLB Negeri Tuna Grahita Alor menghadapi berbagai tantangan dalam membina kemandirian anak berkebutuhan khusus melalui proses pembelajaran yang sabar, konsisten, dan penuh perhatian.
Kaur Sapras SLB Negeri Tuna Grahita Alor, Welmince Kamesa Pdamalaey, mengatakan kemampuan siswa sangat beragam sehingga guru perlu pendekatan khusus dalam membimbing proses belajar.
“Kemampuan anak-anak sangat bervariasi, terutama tuna grahita yang cenderung aktif dalam berbagai kegiatan. Saat belajar di kelas, guru harus memiliki kesabaran besar serta pergumulan untuk membimbing mereka hingga mampu belajar mandiri,” ujarnya saat dialog di Studio Produksi (Sp) Alor, Kamis 5 Maret 2026.
Ia menjelaskan metode pembinaan kemandirian dilakukan melalui latihan sederhana yang melatih siswa melakukan aktivitas sehari-hari secara bertahap.
Guru juga mendorong siswa terlibat dalam kegiatan sekolah agar mereka memiliki pengalaman sosial serta mampu berinteraksi dengan lingkungan sekitar.
Menurutnya peran orang tua sangat penting untuk melanjutkan proses pembelajaran siswa siswi di rumah agar anak tetap berlatih mandiri.
Kerja sama antara sekolah dan keluarga diharapkan mampu membantu anak berkebutuhan khusus berkembang serta memiliki kepercayaan diri dalam kehidupan sehari-hari.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....