Lansia Malaka Tinggal di Rumah Rapuh Selama Belasan Tahun
- 09 Mar 2026 12:07 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Malaka - Sudah hampir dua belas tahun, Yosefina Abuk, seorang ibu berusia 65 tahun bersama satu orang anaknya tinggal di rumah rapuh di Desa Beiudukfoho, Kecamatan Rinhat, Kabupaten Malaka, yang kumuh nyaris rubuh.
Kondisi gubuk tua ini sudah tampak kumuh dengan kondisi atap dari daun gewang yang sudah bocor. Dinding yang terbuat dari pelepah gewang dan tiang kayu yang sudah lapuk dan miring nyaris rubuh dan hanya ditopang tiang kayu seadanya. Kondisi ini jauh dari kata layak bahkan membahayakan keselamatan penghuni.
Kepada rri.co.id, Ia lebih memilih tinggal dan bertahan di kondisi rumah yang tidak layak huni, namun tidak banyak untuk dapat memperbaiki gubuk tuannya yang sudah mulai miring hanya tiang tiang yang dipasang sendiri utk menopang dinding yang sudah hampir roboh dengan harapan sedikit lebih kuat untuk bertahan melindunginya dari sengatan terik matahari dan dinginnya cuaca malam terutama saat hujan.
ia menceritakan bahwa ketika musim hujan tiba, air masuk melalui celah-celah atap yang berlubang hingga menggenangi lantai tanah. hanya tersisa tempat tidur yang sebagiannya pun sudah lembap terkena percikan air namun ia tetap bertahan karena dapat berbuat banyak. Meski diselimuti rasa cemas dan takut saat hujan lebat disertai angin kencang beberapa waktu terakhir, ia terpaksa mengungsi ke rumah kerabat karena khawatir rumahnya akan roboh.
"Karena dinding semua sudah miring saya ambil kayu untuk topang sebisa saya. Atap lubang air masuk basah semua," ujar Yosefina janda yang membesarkan satu anaknya tanpa suami. Senin 9 Maret 2026.
Kondisi lantai yang berlumpur dan tungku dapur yang basah membuatnya tak bisa memasak. Bahkan untuk makan sehari-hari, ia harus berjalan puluhan meter ke rumah keluarga, lalu kembali ke gubuknya hanya untuk beristirahat pada malam hari.
Yosefina tak berharap banyak, ia hanya pasrah dengan keadaan karena keterbatasan ekonomi dan hanya janda berusia lanjut sebagai tulang punggung keluarga ia bertahan di gubuk tua yang dibangun di atas tanah milik saudaranya itu. Namun ia sangat bersyukur apabila ada pihak yang berkenan membantu memperbaiki tempat tinggalnya menjadi lebih layak. (AS)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....