Kristina Abuk, Lulusan Terbaik di SMPN 1 Malaka Tengah dari Keluarga Kurang Mampu

  • 03 Jun 2026 11:42 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Malaka - Kristina Abuk Klau berhasil meraih predikat lulusan terbaik di SMP Negeri 1 Malaka Tengah dengan nilai 88,18. Prestasi tersebut menjadi kebanggaan bagi keluarga dan sekolah, sekaligus membuka jalan bagi Kristin untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Usai menyelesaikan pendidikan di SMP Negeri 1 Malaka Tengah, Kristin telah memutuskan untuk melanjutkan pendidikan di SMA Negeri 1 Harekakae, salah satu sekolah favorit di Kabupaten Malaka.

Sebagai lulusan terbaik, Kristin mengaku sangat bahagia dan bersyukur atas pencapaian yang diraihnya. Ia menyampaikan terima kasih kepada para guru dan teman-teman yang telah mendampingi selama menempuh pendidikan.

"Saya mau sampaikan terima kasih kepada bapa ibu guru yang selama ini sudah membimbing saya hingga lulus dari sekolah ini dengan baik dan juga saya ucapkan terima kasih kepada teman-teman seperjuangan saya karena telah bersama-sama dengan saya berjuang dari awal sampai akhir," ujar Kristin, Selasa 2 Juni 2026.

Siswi berusia 15 tahun yang menggemari mata pelajaran Matematika dan Pendidikan Kewarganegaraan (PKN) ini memiliki cita-cita menjadi seorang guru matematika, profesi guru mulai karena mencerdaskan generasi bangsa.

Namun di balik prestasi yang diraih dan cita-cita yang ingin diraih, Kristin yang merupakan pertama dari pasangan Gaudensius Klau (51) dan Florianti Hoar ini dihadapkan pada tantangan ekonomi yang cukup berat. Ayahnya menggantung hidup dari hasil bertani sawah dan buru bangunan. Sedangkan ibunya mencari tambahan dari hasil memenuhi untuk memenuhi kebutuhan hidup. Sementara untuk biaya sekolah orangtuanya kerapkali meminjam uang di koperasi simpan pinjam yang dibayar harian. Kristin punya tiga adik yang juga masih bersekolah.

Ayah Kristin mengaku bangga atas prestasi yang diraih putrinya. Meski demikian, ia mengaku khawatir dengan biaya pendidikan anaknya di masa mendatang.

"Mudah-mudahan tapi bapa hanya mampu biaya sampai SMA saja. Mau lanjut bisa atau tidak, saya tidak tahu," kata Ayah Kristin.

Menurut sang ayah, Kristin kerap meraih prestasi akademik sejak duduk di bangku sekolah dasar hingga SMP. Kristin juga dikenal sebagai siswa yang rajin belajar.

"Biasa di rumah kalau jam belajar, dia belajar," kata ayah Kristin menggambarkan kedisiplinan putrinya dalam membagi waktu di rumah.

Meski ditengah keterbatasan ekonomi, keluarga sebisa mungkin tetap mendukung cita-cita Kristin untuk menjadi guru matematika. (AS)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....