Kerjasama UGM Pemkab.Belu Lakukan Penyusunan Masterplan Kawasan Perkotaan

  • 04 Mar 2026 08:51 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Atambua - Pemerintah Kabupaten Belu bekerja sama dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) Perencanaan Masterplan Pengembangan Kawasan Perkotaan Atambua. Kegiatan ini berlangsung di Aula Gedung Wanita Betelalenok, Atambua, Selasa 3 Maret 2026 dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan.

FGD tersebut menghadirkan stakeholder dari unsur pemerintah daerah, TNI/Polri, instansi vertikal, tokoh masyarakat, tokoh agama, pelaku UMKM, camat, lurah, kepala desa, pimpinan BUMN/BUMD, pimpinan OPD, pimpinan yayasan dan LSM, hingga organisasi kepemudaan dan keagamaan.

Kegiatan FGD dilaksanakan dengan metode diskusi yang dibagi ke dalam empat kelompok tematik, yakni arsitektur kota, pengembangan wilayah, pengembangan ekonomi wilayah, serta pengembangan sosial budaya. Melalui pembagian kelompok ini, para peserta dapat memberikan masukan secara komprehensif sesuai bidang masing-masing.

Ketua Tim Perencana UGM, Dr. Ir. Arif Kusumawanto, MT, IAI, IPU, menjelaskan bahwa FGD ini menjadi tahapan penting dalam penyusunan masterplan pengembangan kawasan perkotaan Atambua.

“Dalam FGD ini kami memfokuskan pembahasan pada beberapa aspek utama, antara lain penataan ruang kota, pengembangan kawasan strategis, peningkatan infrastruktur dasar seperti jalan, drainase dan sanitasi, pengelolaan kawasan permukiman, serta penguatan sektor ekonomi lokal,” ujarnya.

Ia menambahkan, aspek keberlanjutan lingkungan juga menjadi perhatian utama dalam penyusunan dokumen perencanaan tersebut.

“Selain itu, kami juga menaruh perhatian besar pada aspek keberlanjutan lingkungan, termasuk penyediaan ruang terbuka hijau, pengelolaan sampah yang terpadu, serta mitigasi risiko bencana. Hal ini penting agar pengembangan kota tetap berorientasi pada prinsip pembangunan berkelanjutan,” ucapnya.

Lebih lanjut dijelaskan, setelah pelaksanaan FGD, tim UGM akan menyusun strategi masterplan pengembangan perkotaan selama lima bulan ke depan.

“Setelah FGD ini, tim dari UGM akan menyusun dokumen masterplan strategi pengembangan perkotaan dalam kurun waktu lima bulan ke depan. Dokumen ini nantinya akan diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Belu sebagai acuan dalam pembangunan kawasan perkotaan Atambua,” katanya.

Ia berharap melalui kerja sama ini, Atambua dapat berkembang menjadi kota perbatasan yang indah, unik dan membanggakan.

“Kami berharap melalui kolaborasi ini, Atambua dapat berkembang menjadi kota yang indah, unik, serta membanggakan sebagai wajah Indonesia di wilayah perbatasan,”ucapnya.

FGD tersebut turut dihadiri Forkopimda Kabupaten Belu, Staf Khusus Bidang Perencanaan Pembangunan dan Investasi Dr. James Daan Adam, Staf Khusus Pemberdayaan Masyarakat, Koperasi dan Sumber Daya Air Marcel Beding, Asisten Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Sekda Belu Rine Bere Baria, ST, Sekretaris MUI Nahrudin Bajuri, Ketua HIPMI Cabang Belu Mario Tannur, serta para pimpinan OPD, instansi vertikal, BUMN/BUMD, yayasan, LSM, tokoh masyarakat dan tokoh adat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....