Pj Sekda Belu:Vaksin HPV Loka POM Membantu Mencegah Kanker Serviks dan Keselamatan

  • 03 Mar 2026 18:37 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Atambua - Mencegah kasus kanker serviks di Kabupaten Belu, Loka POM Kabupaten Belu bekerja sama dengan Pengurus Pusat Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) menggelar kegiatan vaksinasi Human Papillomavirus (HPV) sekaligus dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-25 Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yang dilangsung di lantai satu Kantor Bupati Belu, Selasa 3 Maret 2026.

Kegiatan ini merupakan langkah preventif untuk melindungi perempuan, khususnya remaja putri, dari risiko infeksi virus HPV yang menjadi penyebab utama kanker serviks.

Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kabupaten Belu, Elly CH Rambitan, SH, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat penting karena berkaitan langsung dengan kesehatan dan keselamatan jiwa, khususnya kaum perempuan di Kabupaten Belu.

Elly Rambitan, juga mengapresiasi keterlibatan

generasi muda yang turut ambil bagian dalam vaksinasi HPV. Ia penyakit kanker masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia

,”Ini merupakan kegiatan yang luar biasa wujud kepedulian penting karena ini berkaitan dengan kesehatan dan nyawa, terutama untuk kaum perempuan Kabupaten Belu,” ujar Elly Rambitan.

Dalam sambutnya juga ia mengatakan bahwa Loka POM Belu memberikan kontribusi positif di karenakan biaya vaksin HPV pada umumnya cukup mahal, yakni sekitar satu juta rupiah per dosis. Namun melalui kegiatan ini, masyarakat khususnya perempuan mendapatkan kesempatan emas untuk memperoleh vaksin dengan harga terjangkau sebesar Rp290 ribu per dosis.

“Kita tidak hanya melihat nilai rupiahnya, tetapi manfaat besarnya untuk kesehatan perempuan,” kata Elly Rambitan.

Elly Rambitan mengatakan, atas nama Pemerintah Daerah dan masyarakat Kabupaten Belu, ia menyampaikan terima kasih kepada BPOM, khususnya Loka POM Kabupaten Belu, yang tidak hanya bergerak di bidang pengawasan obat dan makanan, tetapi juga aktif dalam kegiatan lingkungan hidup dan kesehatan masyarakat.

Ia juga mengimbau para peserta vaksinasi untuk menyebarluaskan informasi tentang pentingnya vaksin HPV kepada keluarga, tetangga, dan masyarakat luas. Menurutnya, pencegahan jauh lebih baik daripada pengobatan, mengingat biaya pengobatan kanker yang mahal dan tingkat kesembuhan yang tidak selalu mencapai 100 persen.

“Lebih baik mencegah daripada mengobati. Kalau sudah sakit, biayanya besar dan kesembuhannya belum tentu maksimal,” ucapnya.

Pj Sekda Belu juga menekankan bahwa upaya peningkatan kesehatan merupakan bagian dari visi kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Belu. Ia meminta Dinas Kesehatan, Puskesmas, serta seluruh tenaga kesehatan untuk terus bekerja sama dengan BPOM dalam upaya pencegahan berbagai penyakit, khususnya kanker dan penyakit menular.

“Kesehatan adalah modal dasar dan harga paling mahal dalam hidup. Dengan tubuh yang sehat, kita bisa bekerja dan menjalani kehidupan dengan lebih baik. Kegiatan vaksinasi HPV ini diharapkan tidak berhenti pada momentum peringatan HUT BPOM semata, tetapi dapat berlanjut secara berkesinambungan guna meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Kabupaten Belu,"kata Elly Rambitan.

Perlu diketahui bahwa kegiatan Vaksinasi diikuti 110 peserta dan akan di berikan dalam tiga kali dosis vaksin dengan dosis 0,5 yang akan di langsungkan pada bulan Maret dosis pertama , bulan Mei dosis kedua dan bulan September 2026 mendatang menjadi tahapan akhir atau dosis ketiganya. (KM)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....