Pendidikan Karakter Dinilai Belum Optimal Diterapkan

  • 26 Feb 2026 09:30 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Alor - Sistem pendidikan dinilai belum sepenuhnya optimal dalam menanamkan nilai karakter kepada generasi muda saat ini, terutama di tengah perubahan sosial.

"Ada juga pengaruh lingkungan dan perkembangan teknologi yang memengaruhi pola pikir serta perilaku pelajar," begitu ujar Sekretaris Dreamsnews Alor, Rachadad Akbar,

Dirinya menilai proses pembelajaran di sekolah masih cenderung menekankan capaian akademik dan perolehan nilai ujian, dibandingkan penguatan pendidikan karakter yang membentuk integritas, tanggung jawab, serta kepedulian sosial siswa.

“Sekolah sering kali lebih fokus pada pencapaian nilai ujian dan target kurikulum, sementara pembinaan karakter seperti kejujuran, disiplin, empati, serta sikap saling menghargai belum terintegrasi secara kuat dalam praktik pembelajaran sehari-hari,” ujar Rachadad Akbar Rabu,18 Februari 2026.

Ia menegaskan pendidikan karakter tidak cukup diajarkan melalui teori di ruang kelas formal semata, melainkan harus diwujudkan dalam kebiasaan, keteladanan, serta interaksi nyata yang dirasakan langsung oleh siswa dalam lingkungan sekolah.

Menurutnya, peran guru sangat penting sebagai teladan dalam menunjukkan sikap, etika, dan tanggung jawab, sehingga siswa tidak hanya memahami konsep moral, tetapi juga melihat contoh konkret dalam perilaku keseharian pendidik.

“Guru harus hadir bukan hanya sebagai pengajar materi, tetapi juga sebagai pembimbing di luar kelas melalui kegiatan ekstrakurikuler, diskusi terbuka, dan pendekatan personal yang membangun kedekatan serta kepercayaan siswa,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....