Tantangan Guru Hadapi Perubahan Zaman

  • 25 Feb 2026 19:57 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Alor - Perubahan pola pendidikan turut memengaruhi cara pandang orang tua terhadap disiplin anak di sekolah. Pergeseran itu terjadi seiring perubahan kurikulum dan regulasi pendidikan.

Guru SMAK St. Yoseph Kalabahi, Markus Kari, menilai perbedaan mindset orang tua dulu dan sekarang sangat terasa. Jika dahulu sanksi fisik dianggap hal biasa untuk membentuk karakter, kini pendekatan lebih menekankan aspek psikologi murid.

Menurutnya, anak-anak saat ini lebih mudah terganggu secara psikologis dibandingkan fisik. Rasa malu dan tekanan batin justru menjadi dampak utama ketika sanksi diberikan.

“Dulu kalau anak-anak diberikan sanksi seperti tampar atau tendang, bagi orang tua itu hal biasa untuk mengubah karakter. Tetapi sekarang lebih kepada psikologi murid, karena mereka bukan terganggu pada fisiknya, tetapi lebih pada psikologinya,” ujar Markus Kari. Rabu, 25 Februari 2026.

Ia mencontohkan kasus viral tentang murid yang tidak mendapat bagian makan bergizi gratis lalu memilih tidak masuk sekolah. Fenomena tersebut dinilai menunjukkan bahwa kondisi psikologis anak lebih rentan dibandingkan luka fisik.

“Tantangan sekarang kita harus menyesuaikan dengan kurikulum dan peraturan yang berlaku. Kita dituntut mencegah sebelum terjadi kejadian, menghadirkan konsep pembelajaran yang sesuai kebutuhan murid tanpa kekerasan,” katanya.

Markus menambahkan, tantangan lain juga berkaitan dengan kesejahteraan guru, terutama guru honorer yang masih harus mencari tambahan penghasilan. Ia berharap perhatian tidak hanya tertuju pada aturan bagi murid, tetapi juga pada dukungan bagi guru sebagai pilar utama pendidikan, agar budaya sekolah yang aman dan nyaman benar-benar terwujud.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....