Bampalola Wajah Pemajuan Budaya Alor

  • 23 Feb 2026 02:57 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Alor - Desa Bampalola di Kecamatan Alor Barat Laut terus menguatkan posisinya sebagai wajah pemajuan kebudayaan di Kabupaten Alor. Desa ini dikenal luas karena kekayaan warisan adat yang tetap terjaga hingga kini.

Kepala Desa Bampalola, Mukhtar Adang, menjelaskan wilayahnya berada di kaki Gunung Raja dengan jumlah 370 kepala keluarga dan sekitar 980 jiwa. Kampung adat yang ada di desa tersebut masih mempertahankan rumah-rumah tua peninggalan leluhur.

Menurut Mukhtar, seluruh aset budaya di Bampalola tetap dijaga dan dipelihara oleh masyarakat. Bahkan pada tahun 2025, desa ini menerima penetapan sebagai Desa Pemajuan Kebudayaan dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.

“Bampalola dikenal sebagai kampung keramat, sehingga setiap orang yang datang harus menjaga tutur bahasa dan mematuhi aturan adat yang berlaku,” ujar Mukhtar Adang. Minggu, 22 Februari 2026. Ia menegaskan pemerintah desa berkomitmen membuka ruang kolaborasi untuk memajukan kampung adat tersebut hingga dikenal nasional dan mancanegara.

Sementara itu, Penggiat Budaya sekaligus Daya Desa Bampalola, Aja Adiputra Eki Asri, menyebut ritual adat tahunan Ala Baloe atau makan padi baru menjadi identitas utama desa. Ritual tersebut telah diwariskan secara turun-temurun dan kini memasuki generasi ke-47 dari garis Raja Tanah.

“Ritual makan padi baru ini sudah ratusan tahun kami jalankan dan pada 2019 ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) oleh Kemendikbudristek, sehingga menjadi tanggung jawab kami untuk terus menjaga dan mewariskannya,” kata Aja.

Ia menambahkan, Bampalola juga terpilih mewakili Kabupaten Alor dalam program penguatan desa budaya tingkat nasional pada 2024 dan kembali lolos pada 2025. Pencapaian ini diharapkan semakin memperkuat posisi Bampalola sebagai pusat pelestarian budaya di Kabupaten Alor.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....