Gerakan "Nada Harapan TTU untuk Flores” Mampu Himpun Rp 98.990.000
- 23 Agt 2026 12:18 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Kefamenanu - Gerakan kemanusiaan masyarakat Kabupaten Timor Tengah Utara, bersama Polres TTU dan Pemerintah Kabupaten TTU untuk membantu masyarakat Pulau Flores yang terdampak bencana gempa bumi berhasil menghimpun donasi sementara sebesar Rp 98.990.000.
Dana tersebut terkumpul melalui rangkaian kegiatan “Nada Harapan TTU untuk Flores” yang melibatkan Polres TTU, pemerintah daerah, seniman, influencer dan masyarakat Kabupaten TTU. Penggalangan dana berlangsung dalam berbagai kegiatan, termasuk Car Free Day, Car Free Night, donasi langsung pada Festival Musik di Lapangan Oemanu Kefamenanu serta donasi melalui live TikTok.
Festival utama dilaksanakan pada Sabtu, 22 Agustus 2026, di mana kegiatan dimulai sejak pukul 18.00 hingga pukul 23.00 WITA. Kegiatan dihadiri Bupati TTU, Yosep Falentinus Dellasale Kebo, Kapolres TTU AKBP Eliana Papote, S.I.K., M.M., Dandim 1618 TTU, perwakilan Kejaksaan Negeri Kefamenanu, PJU Polres TTU, unsur Forkopimda, para tokoh agama, seniman, pengisi acara, personel Polres TTU dan masyarakat.
Kapolres TTU, AKBP Eliana Papote menyampaikan bahwa berdasarkan hasil penghitungan sementara, sumber dana yang telah terkumpul terdiri atas sumbangan Polres TTU sebesar Rp 75.000.000, donasi dari live TikTok influencer sebesar Rp7.600.000, penggalangan melalui Car Free Day pagi sebesar Rp1.383.000, serta Car Free Night malam dari masyarakat TTU sebesar Rp 13.637.000.
"Dengan demikian, total sementara dana yang berhasil dihimpun mencapai Rp 98.990.000. Namun, jumlah tersebut belum merupakan angka final. Panitia masih membuka kesempatan bagi masyarakat TTU untuk memberikan bantuan hingga Rabu, 26 Agustus 2026. Setelah batas waktu penggalangan selesai, dana akan dihitung secara keseluruhan untuk kemudian dipersiapkan proses pemanfaatannya", ujar AKBP Eliana.
Ia melanjutkan bahwa, dana hasil penggalangan “Nada Harapan TTU untuk Flores” direncanakan akan dibelanjakan dalam bentuk barang-barang kebutuhan masyarakat terdampak bencana gempa bumi. Langkah tersebut dilakukan agar bantuan dapat disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di lokasi terdampak dan memberikan manfaat secara langsung bagi para korban.
Nanti proses pendistribusiannya, Pemerintah Kabupaten TTU yang akan membantu secara teknis penyaluran bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan di wilayah Flores. Sehingga sebelum bantuan diberangkatkan, akan dilakukan pelepasan secara simbolis oleh Pemkab TTU bersama Polres TTU sebagai bentuk pertanggungjawaban sekaligus penanda dimulainya distribusi bantuan kemanusiaan dari TTU bagi masyarakat Flores", kata alumni SMA Negeri 1 Kupang ini.
"Penggalangan dana tersebut merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas masyarakat TTU terhadap saudara-saudara di Flores. Karena itu, seluruh elemen masyarakat TTU, diajak berdonasi. Aksi kemanusiaan ini tidak melihat bantuan hanya dari besar kecilnya, tetapi dari ketulusan untuk berbagi dan meringankan beban sesama kita di Flores yang tertimpa Gempa Bumi supaya cepat pulih", kata AKBP Eliana.
Menurut Kapolres TTU, musibah gempa yang melanda Flores membutuhkan perhatian dan dukungan bersama. Karena itu, kegiatan tersebut diharapkan mampu menggugah hati masyarakat untuk mengambil bagian dalam proses pemulihan.
| Baca juga: Seni Budaya Jadi Sarana Cinta Budaya Lokal |
Hal senada juga disampaikan dalam rangkaian kegiatan oleh Bupati TTU Yosep Falentinus Dellasale Kebo yang mengajak masyarakat untuk menyisihkan sebagian rezeki untuk membantu masyarakat Flores.
"Melalui gerakan Nada Harapan TTU untuk Flores” Polres TTU bersama Pemerintah Daerah, seniman dan masyarakat tidak hanya mengumpulkan dana, tetapi juga membangun solidaritas kemanusiaan. Dimana gerakan ini mampu menghimpun Rp 98,99 juta dan menjadi bukti awal bahwa kepedulian masyarakat TTU dapat menjadi harapan bagi saudara-saudara di Flores", kata Bupati Falent
Ia menambahkan bahwa penggalangan dana masih berlangsung hingga 26 Agustus 2026. Sehingga diharapkan masyarakat TTU terus mendukung sehingga bantuan yang nantinya disalurkan dapat semakin besar dan menjangkau lebih banyak warga terdampak Gempa Bumi di Flores.
Selain penggalangan dana, kegiatan juga diisi dengan berbagai pertunjukan seni seperti tarian etnis Manggarai, Ngada dan Maumere. Kemudian penampilan HPM Band, Ven Makun dan Abylio dkk, Goy Abainpah dan Friend, Rap Deztrol (X), Freeman Band, Soul Band, HPM Band serta Zefanya feat All Artis “Flobamora” Kegiatan ditutup dengan doa bersama lintas agama yang dipimpin tiga pemuka agama dari unsur Islam, Kristen dan Hindu untuk mendoakan kebangkitan, keselamatan, semangat serta kekuatan bagi masyarakat Flores (SK).
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....