Tantangan Menjaga Budaya di Era Digital: Budaya Dianggap Jauh dari Pemuda
- 31 Mei 2026 16:44 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Atambua — Generasi muda di Nusa Tenggara Timur (NTT) dituntut untuk menjaga kelestarian alat musik tradisional daerah. Tantangan ini semakin berat seiring hadirnya musik modern yang diproduksi menggunakan teknologi kecerdasan buatan.
Saat ini teknologi digital bahkan telah mampu menciptakan musik etnik tiruan secara otomatis dan instan. Fenomena tersebut dikhawatirkan dapat membuat anak muda mulai melupakan alat musik tradisional milik mereka.
Putra Budaya Indonesia-NTT 2025, Dionis D. Kevianto Suwandi mengidentifikasi tantangan terbesar yang dihadapi oleh generasi muda saat ini. Menurutnya, budaya lokal sering kali dianggap terlalu jauh dari realitas kehidupan sehari-hari anak muda.

"Tantangan terbesar bukan karena budaya mulai hilang tapi karena budaya sering dianggap jauh," kata Kevin, Minggu, 31 Mei 2026. Padahal, menurutnya, alat musik seperti sasando menyimpan identitas, sejarah, serta filosofi hidup masyarakat yang sangat kuat.
Kevin menyebut, belajar alat musik tradisional secara langsung dapat melatih kesabaran dan pemahaman nilai kehidupan para remaja. Oleh karena itu, budaya lokal harus dihadirkan kembali dalam ruang yang dekat dengan mereka.
Generasi muda, harap Kevin, dapat memanfaatkan media sosial untuk membuat berbagai konten kreatif tentang musik tradisional daerah. Selain itu, kolaborasi musik modern dan alat tradisional dapat menjadi daya tarik yang sangat efektif.
Ia pun berharap pemerintah dan lembaga terkait dapat memasukkan unsur budaya lokal ke dalam dunia pendidikan. Langkah strategis ini dinilai mampu menumbuhkan rasa bangga yang alami di kalangan pelajar daerah.
"Kita perlu membuat mereka merasakan bahwa budaya adalah sesuatu yang keren dan relevan," ujar Kevin. "Rasa bangga tersebut akan mendorong anak muda menjaga warisan leluhur secara sukarela tanpa paksaan."
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....