Setia di tengah Kerapuhan Manusia: Belajar dari Yudas dan Petrus

  • 31 Mar 2026 16:12 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Atambua - Penyuluh Agama Katolik Kemenag TTU, Marianus Antonio Natun, S.Fil, mengajak umat belajar dari dua tokoh penting dalam kisah Injil, yakni Yudas dan Petrus. Keduanya menunjukkan sisi berbeda dari kerapuhan manusia dalam mengikuti Tuhan.

Saat mengisi dialog pagi di pro 2 Atambua pada Selasa, 31 Maret 2026 Ia menjelaskan bahwa Yudas merupakan sosok yang dekat dengan Yesus, tetapi tidak setia. Kedekatan secara fisik tidak menjamin kedekatan hati yang sejati.

Menurutnya, Yudas menjadi gambaran manusia yang mengenal Tuhan tetapi tidak sepenuhnya mencintai-Nya. Hal ini terlihat dari sikap yang masih terikat pada kepentingan pribadi.

Di sisi lain, Petrus digambarkan sebagai pribadi yang tulus mencintai Yesus, namun lemah. Ia berjanji setia, tetapi akhirnya menyangkal Yesus karena ketakutan.

Marianus menilai bahwa banyak orang beriman memiliki pengalaman seperti Petrus. Niat baik sering kali tidak cukup ketika dihadapkan pada tekanan dan tantangan hidup.

Melalui perbandingan ini, umat diingatkan bahwa kesetiaan bukan hanya soal niat, tetapi juga membutuhkan rahmat Tuhan. Tanpa pertolongan Tuhan, manusia mudah jatuh dalam kelemahan.

Renungan ini menjadi ajakan untuk belajar dari kedua tokoh tersebut. Umat diharapkan mampu menjaga kesetiaan dengan kerendahan hati dan ketergantungan pada Tuhan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....