Membuka Mata Hati di tengah Kehidupan Modern

  • 30 Mar 2026 20:08 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Atambua - Penyuluh Agama Katolik Kemenag TTU, Maria Febronia Luan, mengingatkan bahwa di era modern banyak orang mengalami “kebutaan hati”. Ia mengangkat kisah Injil tentang orang buta yang disembuhkan Yesus.

"Saat ini banyak orang merasa sudah mengenal Tuhan karena rutinitas ibadah," katanya, dalam renungan pagi di Pro 2 RRI Atambua belum lama ini. "Namun, dalam kenyataannya mereka masih sulit melihat karya Tuhan dalam kehidupan sehari-hari."

Maria menjelaskan bahwa kisah orang buta tersebut menggambarkan perjalanan iman yang bertahap. Dari tidak mengenal Yesus, hingga akhirnya mengakui dan menyembah-Nya sebagai Tuhan.

Sebaliknya, orang-orang Farisi justru menunjukkan sikap menolak kebenaran meski melihat mukjizat. Mereka lebih fokus pada aturan daripada memahami makna kasih Tuhan.

Fenomena ini dinilai masih relevan dalam kehidupan saat ini. Banyak orang lebih cepat menghakimi daripada memahami, bahkan terhadap sesama yang mengalami perubahan hidup.

Ia menegaskan bahwa melihat Tuhan bukan hanya soal pengetahuan, tetapi soal keterbukaan hati. Tanpa kerendahan hati, seseorang akan sulit mengenali karya Tuhan.

Melalui renungan ini, umat diajak untuk lebih peka terhadap kehadiran Tuhan di sekitar. Dengan hati yang terbuka, setiap peristiwa dapat menjadi sarana untuk semakin dekat dengan Tuhan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....