Rawat Sabar dan Syukur sebagai Bekal Umat Islam

  • 28 Sep 2026 14:57 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Atambua - Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama Kabupaten Belu, Jumardi, menyampaikan pesan mendalam tentang pentingnya menjaga sifat sabar dan syukur. Pesan keagamaan tersebut disiarkan secara luas kepada seluruh masyarakat melalui RRI Atambua.

Jumardi menegaskan bahwa sabar dan syukur merupakan bekal hidup paling berharga bagi umat beragama. Kedua sifat mulia ini menjadi fondasi utama dalam menghadapi berbagai dinamika kehidupan sehari-hari.

"Sabar itu bukan berarti lemah atau pasrah begitu saja tanpa ada upaya," ujar Jumardi. Senin 28 September 2026. Menurutnya, sabar adalah menahan diri serta tetap berharap pertolongan Allah saat menghadapi kesulitan.

Sementara itu, syukur dimaknai sebagai pengakuan jujur atas seluruh nikmat yang telah diterima. "Syukur itu mengakui bahwa semua yang kita miliki merupakan pemberian Allah SWT," tuturnya.

Jumardi menganalogikan sabar dan syukur seperti dua sayap pada seekor burung yang saling melengkapi. Jika salah satu sayap patah, manusia akan kesulitan meraih keridaan Tuhan dalam hidupnya.

Ia juga menjelaskan tiga tingkatan derajat manusia dalam mengendalikan sifat sabar dan syukur. Tingkatan tertinggi dicapai ketika seseorang mampu bersyukur di tengah ujian dan kesulitan hidup.

"Sabar dan syukur tidak turun dari langit, melainkan harus dilatih setiap hari," ucap Jumardi. Ia berharap masyarakat Kabupaten Belu senantiasa melatih diri agar memperoleh ketenangan hidup yang kekal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....