Pertumbuhan Ekonomi NTT Harus Tekan Kemiskinan

  • 21 Sep 2026 16:10 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Atambua – Pertumbuhan ekonomi 5,01 persen bukan sekadar angka, pertanyaannya apakah pertumbuhan itu sudah terasa di rumah-rumah masyarakat NTT?. Demikian disampaikan Ribka Haluk, Wakil Menteri Dalam Negeri RI, saat menjadi Pembina Apel Kesadaran ASN di halaman Gedung Sasando, Kantor Gubernur NTT, Senin 21 September 2026.

Wamnedagri Ribka menegaskan, capaian pertumbuhan ekonomi 5,01 persen merupakan perkembangan positif. Akan tetapi, peningkatan ekonomi harus disertai dengan intervensi nyata untuk menekan angka kemiskinan dan kemiskinan ekstrem.

“Harus memastikan pertumbuhan ekonomi memberikan manfaat bagi masyarakat. Di samping itu masih terdapat kemiskinan dan kemiskinan ekstrem. Bersama kita pastikan agar kemiskinan dan kemiskinan ekstrem dapat diturunkan lagi melalui komitmen bersama,” ujar Ribka tegas.

Menanggapi penegasan Wamendagri Ribka Haluk, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena melalui akun facebook terverifikasinya @Melki Laka Lena pada hari yang sama mengatakan dirinya menyambut baik pesan dimaksud.

“Saya menyambut baik apresiasi beliau terhadap pertumbuhan ekonomi NTT yang mencapai 5,01 persen (yoy). Di tengah kondisi geografis dan topografi kita yang tidak mudah, angka ini tentu patut kita syukuri,” kata Melki Laka Lena melalui postingan sosmednya itu.

Gubernur Melki mengatakan, sedianya peningkatan yang ada tidak boleh hanya berhenti pada torehan angka diatas kertas semata. “Pertumbuhan harus berubah menjadi pekerjaan, pertumbuhan harus terasa di pasar-pasar, pertumbuhan harus membuat pendapatan keluarga meningkat,” ujarnya.

Lanjut Gubernur Melki dalam postingannya menyampaikan, yang terpenting dari progress pertumbuhan ekonomi NTT ini, harus ikut berdampak menurunkan kemiskinan dan kemiskinan ekstrem. “Karena itu, pemerintah tidak bisa bekerja sendirian.”

Menurut Gubernur NTT pemerintah dan dunia usaha harus menjadi dua mesin yang bergerak bersama.”Kita harus terus membuka ruang investasi, memperbaiki pelayanan dan perizinan, serta berani berinovasi dari kekuatan yang kita punya: pertanian, peternakan, perikanan, kelautan, pariwisata, hingga UMKM.”

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....