PPL Perkuat Produksi dan Akses Pasar Petani TTU
- 18 Sep 2026 07:27 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Atambua – Produksi pangan TTU terus diperkuat melalui pendampingan penyuluh pertanian. Selain budidaya, akses pasar dan dukungan sarana menjadi perhatian utama dalam pengembangan.
Untuk padi, sebagian petani telah menjalin kerja sama pemasaran bersama Bulog setempat. Hasil panen dapat langsung dibeli sehingga petani memperoleh kepastian pemasaran setelah panen.
| Baca juga: Perempuan Pedesaan Sulit Akses E-Commerce |
Dikatakannya, Penyuluh juga membantu menghubungkan petani dengan pembeli untuk memperluas akses pasar mereka. Namun, Deni menyebut ketersediaan alat mesin pertanian menjadi kendala utama petani setempat.
“Pada saat menjual hasil sudah ada supplier uang beli karena kami PPL sudah mencarikan sebelum panen tiba ,” kata Koordinator Tim Kerja (Kotimker) Kabupaten TTU, Deni Paulus Kolis kepada rri.co.id Rabu, 16 September 2026.
| Baca juga: Panel Surya Jadi Solusi Irigasi Petani |
Petani harus menunggu antrean karena jumlah alsintan belum mencukupi kebutuhan lapangan. Untuk pupuk, petani menyusun RDKK bersama penyuluh sesuai kebutuhan kelompok tani setempat.
Pupuk bokashi juga dikembangkan untuk membantu menekan biaya penggunaan pupuk bagi petani. Produksi padi TTU saat ini disebut mencapai lebih dari 5,6 ton perhektar. “Kalau penggunaan pupuk itu kami kombinasi ada pupuk organi dan anorganik karena sekarang pupuk mahal,” ujarnya.
Pendampingan pasar membantu hasil produksi tidak hanya dikonsumsi rumah tangga petani setempat. Petani juga berpeluang memperoleh pendapatan tambahan melalui penjualan hasil panen mereka sendiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....