Orang Tua Berperan Pulihkan Trauma Anak
- 08 Sep 2026 05:48 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Atambua – Orang tua memiliki peran penting dalam membantu anak menghadapi ketakutan setelah bencana gempa Flores. Dukungan keluarga dibutuhkan agar anak merasa aman selama menjalani proses pemulihan psikologis.
Demikian Kata Spesialis Perlindungan Anak dan Partisipasi Anak Wahana Visi Indonesia, Yoel Setiawan, dalam perbincangan dengan RRI Atambua, Senin 7 September 2026.
| Baca juga: Ibadah Harus Melahirkan Akhlak Mulia |
Yoel Setiawan mengingatkan orang tua untuk menjaga kondisi diri selama menghadapi situasi bencana. Menurutnya, tekanan yang dialami orang tua dapat memengaruhi kemampuan dalam merespons kebutuhan anak.“Orang tua perlu menjaga diri dan tetap memberikan rasa aman kepada anak,” katanya.
Yoel mengatakan orang tua dapat mendampingi anak dengan melakukan komunikasi mengenai pengalaman kebencanaan secara terbuka. Anak juga perlu diyakinkan bahwa dirinya tidak sendiri karena mendapatkan pendampingan dari orang tua dan lingkungan sekitar.
WVI mendorong orang tua tetap memperhatikan perubahan perilaku anak setelah mengalami gempa. Jika anak membutuhkan bantuan lebih lanjut, keluarga dapat mengakses layanan profesional melalui mekanisme rujukan yang tersedia.
“Tetap dampingi anak-anak dan amati kondisi mereka agar merasa aman, tapi orang tua juga harus menjaga diri sendiri juga,” ucapnya.
Selain keluarga, masyarakat juga memiliki peran dalam membantu anak kembali beradaptasi setelah bencana. Aktivitas bermain, berinteraksi dan kegiatan rekreasional dapat menjadi bagian dari dukungan psikososial bagi anak.
WVI juga melibatkan masyarakat dan pemerintah lokal dalam memberikan pendampingan kepada anak-anak terdampak. Kolaborasi tersebut dilakukan agar dukungan psikososial dan perlindungan anak dapat menjangkau penyintas yang berada di pengungsian mandiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....