WVI: Waspadai Kekerasan Anak di Pengungsian
- 08 Sep 2026 05:46 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Atambua – Wahana Visi Indonesia (WVI) mengingatkan pentingnya perlindungan anak selama berada di lokasi pengungsian korban gempa Flores. Kondisi pengungsian dapat menimbulkan berbagai risiko, termasuk kekerasan terhadap anak dan perempuan.
Kepada rri.co.id, Senin 7 September 2026, Spesialis Perlindungan Anak dan Partisipasi Anak Wahana Visi Indonesia, Yoel Setiawan, mengatakan keterbatasan fasilitas di pengungsian dapat meningkatkan risiko kekerasan. Kondisi seperti minimnya penerangan dan fasilitas toilet menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan.
“Bencana biasanya memiliki efek penyerta, termasuk risiko kekerasan terhadap anak maupun perempuan,” ucap Yoel.
Menurut Yoel, pihaknya telah memberikan informasi mengenai mekanisme rujukan kepada masyarakat di sejumlah titik pengungsian. Jika terjadi kekerasan, masyarakat dapat melaporkan kasus tersebut kepada UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak di wilayah masing-masing.
WVI juga berkoordinasi dengan pemerintah dan mitra pembangunan dalam penanganan perlindungan anak. Koordinasi dilakukan melalui kluster perlindungan dan pengungsian untuk membahas berbagai risiko yang muncul di lokasi terdampak.
“Di titik pengungsian yang kami dampingi, informasi mengenai mekanisme rujukan sudah diberikan,” katanya.
Yoel mengatakan tantangan baru muncul karena sebagian penyintas mulai meninggalkan posko utama dan membangun pengungsian mandiri di sekitar rumah. Kondisi tersebut membuat proses edukasi harus terus dilakukan dengan melibatkan pemerintah lokal dan masyarakat.
WVI menilai perlindungan anak harus berjalan bersamaan dengan pemulihan psikososial pascabencana. Masyarakat juga diminta segera melaporkan kasus kekerasan agar korban mendapatkan perlindungan dan layanan yang sesuai.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....