Teknologi Pertanian Cerdas, Kunci Ketahanan Pangan Desa Kabuna

  • 02 Sep 2026 05:48 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Atambua - Desa Kabuna Kabupaten Belu dikenal sebagai salah satu desa terbaik nasional dalam keterbukaan informasi serta meraih penghargaan Lomba Inovasi Desa Tingkat Provinsi NTT. Di bawah kepemimpinan Kepala Desa Adrianus Yoseph Laka, S.ST, desa perbatasan ini melibatkan anak muda serta teknologi untuk mengatasi tantangan iklim kering.

‘’Jika kita hanya mengandalkan pertanian konvensional tadah hujan, petani hanya bisa menanam sekali setahun.Oleh karena itu,pemerintah desa berprinsip bagaimana mengelola Dana Desa (DD) secara bijak dan maksimal untuk membangun infrastruktur yang solutif,bukan mengeluh soal keterbatasan anggaran,’’ ujarnya pada perbincangan rri.co.id, Selasa 1 September 2026.

Menurutnya salah satu lompatan besar dalam penerapan teknologi irigasi tetes yang sudah diterapkan oleh kelompok tani lokal. "Melalui efektif itu petani lebih menghemat air karena air dialirkan langsung melalui selang ke perakaran tanaman sesuai kebutuhan."

’’Petani tidak perlu lagi menyiram secara konvensional yang boros air. Dengan cara ini, produktivitas hortikultura kita tetap terjaga walau di musim kemarau,’’ ucap Adrianus.

Selain irigasi tetes,Kepala Desa Kabuna menjelaskan bahwa pemerintah desa mengembangkan pembuatan embung desa, sumur resapan dan reboisasi di sekitar mata air sebagai inovasi jangka panjang menjaga ketersediaan air tanah

‘’Tentu saja, pertanian tidak akan berkelanjutan jika hulunya tidak kita jaga. Pada sektor lingkungan, Pemdes Kabuna bersama tokoh masyarakat dan tokoh agama telah menetapkan Kawasan Gunung Wehor sebagai Hutan Rakyat," ucapnya.

Di wilayah itu pihaknya kembangkan kebun pembibitan tanaman rakyat, pohon umur panjang, dan tanaman buah. Tujuannya jelas, untuk reboisasi, menjaga wilayah tangkapan air, sekaligus memberi nilai ekonomi bagi masyarakat ke depan,

Adrianus Yoseph Laka berharap, pihaknya dapat menjawab tantangan pertanian di wilayah perbatasan, dengan transformasi menjadi pusat pertanian cerdas. Ini bukan hanya sebuah mimpi, melainkan kebutuhan nyata demi mewujudkan ketahanan pangan yang mandiri dan berkelanjutan.

‘’Harapan saya,dengan kolaborasi bersama, Desa Kabuna bisa menjadi pusat pertanian cerdas iklim di perbatasan Belu-RDTL. Saya ingin teknologi irigasi hemat air ini direplikasi oleh seluruh kelompok tani di Kabuna," ujarnya.

Lanjutnya jika semua petani bisa bertani dengan sistem hemat air dan hemat energi, krisis iklim bukan lagi hambatan. Dan anak-anak muda tidak akan malu lagi menjadi petani karena pertanian kita sudah modern dan menguntungkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....