Mengelola Perasaan Cinta Sesuai Ajaran Islam
- 30 Agt 2026 20:54 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Atambua - Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama (Kemenag) TTU, Syaiful Yani Djahilape, mengingatkan umat agar bijak mengelola perasaan cinta. Menurutnya, rasa cinta yang berlebihan tanpa tuntunan agama justru bisa mendatangkan kerugian.
"Setiap manusia pasti pernah merasakan jatuh cinta karena Allah memang menganugerahkan perasaan tersebut," ujar Syaiful belum lama ini. Rasa cinta itu meliputi kasih sayang kepada wanita, harta, maupun jabatan duniawi.
Namun, ia menegaskan pentingnya mempertanyakan manfaat dari perasaan cinta yang sedang dirasakan seseorang. "Perkara yang tidak bermanfaat bagi dunia dan akhirat sebaiknya mulai kita tinggalkan," ucapnya.
Syaiful menyampaikan bahwa seorang mukmin yang baik akan selalu berusaha menghindari hal sia-sia. Hal ini sejalan dengan ajaran untuk senantiasa menjaga kualitas keimanan seseorang.
Prinsip utama dalam mencintai adalah mengikat perasaan tersebut dengan keridaan Allah SWT. "Cinta tanpa ikatan keridaan Allah hanya akan menjadi perasaan yang sia-sia," katanya.
Ia mengutip pandangan ulama mengenai pentingnya menjalankan perintah agama dalam setiap tindakan. Ketaatan kepada Allah harus menjadi landasan utama dalam mengendalikan setiap perasaan.
Selain itu, logika dan akal sehat harus tetap dijaga saat seseorang jatuh cinta. "Akal pikiran bisa lumpuh total ketika seseorang dikuasai oleh hawa nafsu," ucap Syaiful.
Banyak pemuda terbuai hingga mengabaikan nasihat baik dari orang-orang di sekitarnya. Hal tersebut terjadi akibat tumpulnya akal sehat yang tertutup oleh perasaan berlebihan.
Dampak buruk lainnya adalah hilangnya kesempatan untuk senantiasa berzikir mengingat Allah SWT. "Terlalu sering mengingat seseorang yang belum halal hanya akan membuang waktu," kata Syaiful.
Mengingat sosok yang belum menjadi mahram secara berlebihan dapat mendatangkan dosa tersendiri. Padahal, sosok tersebut belum tentu menjadi jodoh yang ditakdirkan oleh Allah.
Oleh karena itu, Syaiful mengajak umat untuk terus berprospek pada hal-hal yang bermanfaat. Mengendalikan perasaan adalah bagian dari upaya meraih keberkahan hidup di dunia.
Syaiful berharap pesan ini menjadi renungan bagi seluruh kaum muslimin di mana pun. "Mari kita bentengi diri dengan selalu mendekatkan diri kepada Allah," ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....