Mengubah Pena Menjadi Senjata Bela Negara Modern
- 14 Agt 2026 16:29 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, ATAMBUA- Para siswa diajak memahami bahwa buku dan pena merupakan senjata utapa para pelajar. Senjata tersebut berfungsi untuk mengabdi pemikiran positif serta menginspirasi masyarakat luas secara luas.
Penegasan ini disampaikan Romo Antonius Kapitan, S.Fil., M.A.P., M.Fil., M.Sos. Penanggung Jawab SMA dan SMP IL KAPTEN FATUBAA dalam kegiatan Talkshow Nilai keindonesian awal Agustus lalu. Acara ini menekankan pentingnya peran pelajar dalam menjaga kedaulatan bangsa.
Menurut Romo Anton perjuangan masa kini tidak lagi menggunakan senjata fisik di medan perang. “Ruang pertarungan kita di zaman ini bukan lagi di medan perang, melainkan di kelas jadi, sekarang kita harus fokus bagaimana di dalam kelas bisa membela negara,” Kata Romo Antonius Kapitan.
Selain itu, gawai dan layer handphone menjadi arena pertempuran baru yang sangat krusial. Siswa harus mampu menyaring seluruh informasi agar tidak terjebak dalam jebakan hoaks.
Lanjut Romo Anton, literasi media sosial menuntut setiap siswa untuk selalu berpikir kritis sebelum membagikan konten. “Langkah ini menjadi bukti nyata kepedulian pelajar dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.”
Melalui penguatan etika digital, para pelajar di Kawasan perbatasan siap menguncang dunia. “Pendidikan yang berkarakter akan melahirkan generasi cerdas yang memiliki ahklak mulia bagi bagsa,” tegas Romo Anton.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....