Pendidikan Agama Cegah Kekerasan Terhadap Perempuan
- 03 Agt 2026 21:22 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Atambua – Kekerasan terhadap perempuan dan anak masih menjadi perhatian masyarakat Indonesia saat ini. Pendidikan agama dinilai memperkuat penghormatan terhadap martabat setiap manusia sejak dini.
Gagasan ini disampaikan Dai 3T Kemenag RI, Kinkin Syamsudin, M.Ag, ketika diwawancara RRI Atambua melalui sambungan telepon pada program Pengarusutamaan Gender Senin, 3 Agustus 2026.
Kinkin Syamsuddin menilai pencegahan menjadi tanggung jawab seluruh elemen masyarakat bersama. Pemahaman agama benar mendorong terciptanya hubungan saling menghormati tanpa diskriminasi.
"Kekerasan perempuan anak terjadi karena pemahaman agama belum utuh oleh sebagian masyarakat,” kata Kinkin Syamsuddin
Ia menegaskan perempuan dan laki-laki memiliki martabat sama sebagai sesama manusia bermakna. Kemuliaan seseorang ditentukan ketakwaan bukan jenis kelamin maupun kedudukan sosial dalam kehidupan.
"Yang paling mulia adalah manusia bertakwa tanpa membedakan gender maupun latar belakang kehidupan,” tuturnya.
Sebagai Tokoh agama, Dia berharap peran penyuluh agama terus diperkuat melalui edukasi nilai kasih menghormati antar sesama masyarakat. Selain itu, tempat ibadah diharapkan menjadi ruang aman mendukung perlindungan perempuan dan anak bersama.
Kolaborasi tokoh agama pemerintah kepolisian serta masyarakat diperlukan mencegah kekerasan secara berkelanjutan bersama. Pendampingan korban dilakukan melalui penguatan mental motivasi serta trauma healing secara terpadu.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....