Identitas Lokal Nilai Produk UMKM yang Diperjuangkan dalam Pengembangan Bisnis

  • 03 Agt 2026 08:57 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Atambua – Pelaku UMKM perlu konsisten mengingat value (nilai) produk sebagai identitas lokal usaha yang terus diperjuangkan dalam setiap proses pengembangan bisnis. Hal ini disampaikan Yumince Solaiman Pinat,S.Th.,CLC, Marketing Trainer UMKM dalam program Ekonomi Digital RRI Atambua, Jumat 31 Juli 2026.

Menurut Yumince, setiap pelaku usaha tidak boleh hanya mengandalkan ingatan, melainkan wajib memiliki dokumen bisnis yang jelas sebagai pegangan dalam perjalanan usaha. Ia menekankan pentingnya pencatatan terstruktur agar pelaku usaha tidak kehilangan arah ketika menghadapi tantangan yang dinamis.

“Setiap pebisnis tidak boleh hanya catat di sini, dia harus ada dokumen bisnis yang jelas sebagai pegangan. Dokumen itu minimal berupa draft model bisnis kanvas yang ditulis dan terus diperbaharui secara konsisten” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa dokumen bisnis membantu pelaku usaha tetap mengingat tujuan awal, termasuk alasan membangun usaha dan siapa target yang ingin ditolong melalui produk tersebut. Nilai inilah yang menjadi fondasi kuat agar usaha tidak mudah goyah ketika menghadapi tekanan atau kejenuhan dalam proses.

“Dia harus tulis dari awal saya buat ini untuk apa dan saya mau menolong siapa melalui usaha ini. Dengan memahami tujuan tersebut, pelaku UMKM dapat terus menggali potensi dan mengembangkan produk sesuai keahlian yang dimiliki,” tuturnya.

Yumince juga menekankan pentingnya proses eksplorasi berkelanjutan untuk menemukan produk terbaik yang layak dipatenkan dan dikembangkan secara lebih luas. Setelah menemukan formula yang tepat, pelaku usaha dapat meningkatkan skala produksi dan memperluas pasar secara bertahap dan terukur.

“Kalau sudah dapat rumusnya dia tinggal scaling, hari ini sepuluh orang, besok seratus, lalu seribu dan seterusnya. Prinsip duplikasi dan konsistensi menjadi kunci utama agar pertumbuhan bisnis dapat berlangsung stabil dan berkelanjutan,” kata pemilik Norakal Kosmetik itu.

Ia menambahkan bahwa membangun nilai tambah ekonomi tidak sekadar meningkatkan produksi atau mempercantik kemasan produk semata. Nilai utama yang dijual adalah komitmen, kualitas, serta konsistensi dalam menjaga identitas dan tujuan usaha yang telah ditetapkan sejak awal.

“Nilai yang dijual itu konsistensi, konsisten mutu, nilai dan komitmen, itu yang paling berat dalam bisnis. Karena itu, mental pengusaha harus dibentuk melalui kerja keras, ketekunan, serta sikap tidak mudah menyerah dalam menghadapi berbagai tantangan usaha,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....