Larangan Makan dan Minum Berdiri Menurut Pandangan Islam dan Kesehatan
- 31 Jul 2026 18:17 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Atambua — Kebiasaan makan dan minum berdiri sering dianggap lumrah, namun ternyata memiliki dampak buruk bagi kesehatan serta norma kesopanan. Hal ini disampaikan Penyuluh Agama Islam Kemenag Kabupaten Belu Nely Indah Rahmawati dalam program Mutiara Pagi RRI Atambua.
Nely mengingatkan, menjaga kesehatan tubuh merupakan kewajiban setiap umat dalam ajaran agama Islam. Kesehatan yang terjaga akan mempermudah masyarakat dalam menjalankan ibadah serta beraktivitas sehari-hari secara optimal.
Dalam ajaran Islam, makan dan minum sambil berdiri hukumnya makruh serta sebaiknya dihindari masyarakat. "Rasulullah menganjurkan kita makan sambil duduk agar pencernaan bekerja dengan baik," ujar Nely, beberapa waktu lalu.
Namun, Islam tetap memberikan kelonggaran jika seseorang berada dalam kondisi darurat atau terpaksa. "Minum sambil berdiri diperbolehkan jika ada hajat, tetapi duduk jauh lebih utama," katanya.
Dari sudut pandang medis, posisi berdiri saat makan dapat mengganggu proses pencernaan dalam tubuh. Makanan akan masuk terlalu cepat sehingga nutrisi tidak terserap oleh usus secara maksimal.
Selain itu, kebiasaan ini berisiko memicu berbagai masalah kesehatan seperti perut kembung hingga kegemukan. Air yang diminum berdiri juga berisiko memberikan tekanan berlebih pada organ lambung dan ginjal.
Oleh karena itu, Nely mengimbau untuk membiasakan diri makan dan minum dalam posisi duduk. Pola makan yang perlahan akan membantu tubuh mengenali rasa kenyang secara lebih baik.
Sinergi antara ajaran agama dan ilmu kesehatan diharapkannya mampu meningkatkan kualitas hidup umat Islam. "Kesadaran akan hal-hal kecil menjadi langkah awal dalam membangun pola hidup lebih sehat," ujar Nely.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....