Mengagungkan Syariat Kunci Kebahagiaan Hidup Sejati
- 31 Jul 2026 07:55 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Atambua - Setiap syariat yang ditetapkan Allah mengandung maslahat dan kebahagiaan bagi kehidupan manusia. Hal ini diungkapkan Penyuluh Agama Islam Kemenag TTU, Syaiful Djahilape kepada RRI beberapa waktu lalu.
Atas dasar itu, Syaiful mengajak kaum muslimin untuk senantiasa mengagungkan seluruh perintah dan larangan Allah. Menurutnya, kesungguhan hamba dalam menjalankan perintah agama akan menentukan kedudukannya di hadapan Sang Pencipta.
Syaiful menyebutkan bahwa semakin seorang hamba mengagungkan syariat, maka semakin agung pula ia di mata Allah. "Sebaliknya, semakin seseorang meremehkan syariat dan perintah-Nya, maka semakin remeh ia bagi Allah," kata Syaiful.
Oleh karena itu, setiap muslim diimbau untuk bersungguh-sungguh mempelajari hal-hal yang diperintahkan maupun dilarang oleh agama. Sikap mengagungkan Allah secara otomatis akan mendorong seseorang untuk mengagungkan perintah serta menjauhi larangan-Nya.
Mengutip pandangan Al-Imam Ibn Qayyim, Syaiful menjelaskan tanda orang yang betul-betul mengagungkan perintah-Nya dalam kehidupan. Salah satunya adalah sikap memperhatikan waktu, syarat, dan rukun dalam melaksanakan ibadah, seperti sholat berjamaah.
Ia menambahkan, orang yang sengaja berlambat-lambat merespons azan biasanya akan mendapatkan sangsi spiritual dari Allah. "Hatinya akan dijadikan berat untuk mentaati Allah akibat sikap meremehkan panggilan ibadah tersebut," ujar Syaiful.
Syaiful juga mengingatkan agar setiap hamba tidak meremehkan perkara yang tergolong makruh dalam hukum Islam. Sesuatu yang makruh pada hakikatnya adalah perkara yang diperintahkan untuk ditinggalkan oleh setiap orang beriman.
Ia pun merujuk kitab Al-Wabilus Sayyib mengenai dua perkara yang dapat mengistiqamahkan hati hamba. Dua perkara tersebut adalah mendahulukan cinta kepada Allah serta mengagungkan perintah dan larangan-Nya setiap saat.
Ia mencontohkan hikmah pembacaan takbir Allahu Akbar saat mengawali ibadah sholat bagi setiap muslim yang beriman. Pembacaan takbir tersebut bertujuan untuk menanamkan keagungan Allah di dalam dada agar sholat menjadi khusyuk.
Syaiful menegaskan bahwa kekhusyukan tidak akan tercapai apabila terdapat hal lain yang dianggap lebih besar daripada Allah. Rasa butuh terhadap ibadah harus senantiasa ditanamkan karena itulah tujuan utama manusia diciptakan di dunia.
Ketenangan dan kebahagiaan hidup yang sejati tidak akan pernah diperoleh tanpa diiringi dengan ibadah kepada Allah. Syaiful mengingatkan agar setiap muslim tidak menjadikan kehidupan dunia hanya sebagai ajang untuk bermain-main belaka.
Mengutip hadis riwayat Tirmidzi, ia mengajak masyarakat untuk selalu mengenali Allah di kala sedang berada dalam kelapangan. "Kenalilah Allah di waktu lapang, niscaya Allah akan mengenali dan mengingatmu di waktu sempit," ucap Syaiful.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....