Renungan Katolik: Kaum Religius tidak Mengejar Gaji Melainkan Sukacita
- 26 Mei 2026 17:34 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, ATAMBUA- Banyak masyarakat zaman sekarang sering penasaran apakah para pastor dan suster itu memiliki gaji bulanan. pertanyaan menggelitik ini wajar muncul karena dunia modern saat ini selalu mengukur segalanya menggunakan uang.
Padahal, para pelayan gereja tersebut memilih hidup bersahaja demi melayani umat dengan ketulusan hati mereka. Mereka berkomitmen penuh untuk menghadrikan kebaikan tanpa harus mengharapkan imbalan materi yang sifatnya pribadi.
kata Pastor Jhon Lewar SVD-Pastor Biara Soverdi St. Josef Freinademetz STM Nenuk Atambua dalam renungan mutiara pagi di pro 1 RRI Atambua, Selasa 26 Mei 2026. "Hidup kaum religius sering sulit dimengerti, bekerja keras melayni umat, mengajar, merawat orang sakit, mendampingi orang miskin tetapi memilih hidup sederhana."
lanjut Pastor Jhon, Kaum religius memang tidak mencari kekayaan materi yang berlimpah dalam menjalankan roda pelayanan ini. upah terbesar bagi seorang pelayan Tuhan adalah kedamaian batin dan doa umat.
Gaya hidup sederhana para kaum religius ini sebenarnya mengadaptasi teladan suci dari Santo Filipus Neri. Orang kudus tersebut selalu mengajarkan bahwa kebahagiaan sejati akan datang ketika hati kita milik Tuhan.
Situasi dunia saat ini membuat banyak orang merasa lelah karena terus-terusan mengejar finansial belaka. Akibatnya tidak sedikit keluarga yang kehilangan waktu kebersamaan karena terlalu sibuk bekerja setiap hari.
Kehadiran para Pastor dan Suster ini menjadi pengingat berharga agar manusia tidak diperbudak uang. Kita semua diajak untuk kembali merenungkan arti bersyukur dalam menjalani kehidupan yang sangat singkat ini.
Melalui renungan ini, Pastor Jhon mengajak umat agar mendukung karya pelayanan para religius dengan penuh cinta. Semoga kita semua mempu menemukan kebahagiaan sejati dalam kesederhanaan hidup yang penuh berkah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....