Aktivis Perempuan Alor Nilai Pola Asuh Keluarga Pengaruhi Kesetaraan Gender Anak
- 20 Mei 2026 00:22 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Alor - Aktivis perempuan Kabupaten Alor, Bunda Yusfira Abdurrahman, menilai kesetaraan gender di Kabupaten Alor mulai menunjukkan perkembangan positif. Menurutnya, saat ini perempuan sudah mulai diberi ruang untuk beraktivitas dan mengambil peran di berbagai bidang, termasuk dalam kepemimpinan.
Ia mengatakan, kemajuan tersebut terlihat dari semakin terbukanya kesempatan bagi perempuan untuk bekerja dan menjadi pemimpin. Meski demikian, penghargaan terhadap perempuan dari sebagian laki-laki dinilai masih perlu ditingkatkan agar kesetaraan gender dapat benar-benar terwujud di tengah masyarakat.
“Kesetaraan gender saat ini di Kabupaten Alor, saya merasa sudah ada kemajuan. Banyak perempuan-perempuan yang sudah diberi tempat untuk beraktivitas sebagaimana mestinya. Ada kemajuan begitu saya lihat, setingkat lebih tinggi lah,” ujar Bunda. Selasa 19 Mei 2026.
“Kalau bicara soal tingkatnya itu dilihat dari mana, mungkin dari tingkat pekerjaan juga. Kemudian ada juga yang diberi kesempatan untuk menjadi pemimpin, sudah mulai maju. Kalau soal dihargai dari laki-laki, saya pikir masih kurang, tetapi menjadi seorang leader sudah bisa,” lanjutnya.
Menurut Bunda, keluarga memiliki peran penting dalam membangun pemahaman kesetaraan gender sejak dini. Ia menilai pola asuh yang membedakan pekerjaan laki-laki dan perempuan dapat mempengaruhi cara berpikir anak hingga dewasa.
Ia menegaskan, orang tua perlu memberikan ruang bagi anak untuk menyampaikan pendapat dan menentukan pilihan hidupnya sendiri. Sikap demokratis dalam keluarga dinilai mampu membentuk anak yang percaya diri dan mampu mengambil keputusan dengan baik.
Bunda Abdurrahman mengajak para orang tua untuk mulai membangun budaya musyawarah dalam keluarga. Dengan demikian, anak-anak dapat merasa dihargai dan tumbuh dengan pemahaman bahwa suara mereka penting dalam kehidupan sehari-hari.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....