Pemanfaatan Energi Terbarukan Potensial di NTT
- 15 Mar 2026 17:06 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Atambua – Sektor pertanian dinilai memiliki potensi besar dalam pemanfaatan energi terbarukan, khususnya di wilayah Nusa Tenggara Timur seperti Kabupaten Belu, Malaka, Timor Tengah Utara, dan Alor.
Konsultan Energi Terbarukan Rejaton Indonesia Mohammad Ghadafi mengatakan potensi tersebut terlihat dari kondisi sumber air yang relatif tersedia untuk memenuhi kebutuhan pertanian.
“Kalau kita melihat topologi wilayah Belu, Malaka, TTU, dan Alor, beberapa sumber air sebenarnya cukup bagus untuk memenuhi kebutuhan pertanian,” ujarnya kepada RRI Atambua dalam layanan Siaran Green Radio, Sabtu 14 Maret 2026.
Ia menjelaskan meskipun sumber air tersedia, kondisi geografis wilayah tersebut yang didominasi batuan dan pegunungan membuat distribusi air membutuhkan sumber energi stabil.
“Topologi daerahnya berbatu dan pegunungan sehingga untuk mendistribusikan air itu tetap membutuhkan sumber energi yang stabil,” tutur Dafi.
Ghadafi menambahkan kajian yang dilakukan Rejaton menunjukkan pembuatan sumur bor di sejumlah wilayah cukup sulit karena kondisi tanah berbatu.
Namun di beberapa wilayah terdapat aliran sungai yang stabil bahkan saat musim kemarau sehingga membuka peluang pengembangan pembangkit listrik tenaga mikrohidro.
“Kalau ada aliran sungai yang stabil, sistem mikrohidro atau pembangkit listrik tenaga air sebenarnya bisa dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan energi pertanian,” ucap dia.
Ia menegaskan pemilihan jenis energi terbarukan tidak dapat disamaratakan antar wilayah karena setiap daerah memiliki kondisi geografis dan kebutuhan berbeda.
Menurutnya diperlukan kajian langsung melalui survei lapangan secara berkala untuk menentukan jenis energi terbarukan yang paling tepat dan efisien diterapkan.
“Kadang antar kabupaten bahkan antar kecamatan kebutuhan energinya berbeda sehingga harus ada riset langsung agar pemanfaatan energi terbarukan benar-benar tepat,” katanya.
Ghadafi juga menjelaskan prinsip kerja pompa air tenaga surya sebenarnya sederhana, yakni memanfaatkan panel surya untuk menghasilkan listrik yang kemudian menggerakkan pompa.
Energi dari matahari diserap panel surya lalu diatur melalui kontroler dan inverter agar sesuai dengan kebutuhan pompa sehingga air dapat dialirkan melalui pipa ke sawah maupun kebun.
Ia menilai penggunaan pompa air tenaga surya dalam jangka panjang lebih efisien dibandingkan penggunaan energi konvensional seperti listrik atau bahan bakar minyak.
(Epi Mau)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....