Ulat Hidup Ditemukan dalam Porsi MBG di TTU
- 28 Feb 2026 17:47 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Kefamenanu - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) khususnya di SMK Negeri 1 Kefamenanu mendadak viral dan menuai sorotan tajam. Sebuah video yang memperlihatkan temuan ulat hidup di dalam porsi makanan siswa beredar luas di grup Facebook TIMOR TENGAH UTARA (TTU)-BIINMAFFO."Bebas Berpendapat" sehingga memicu keresahan netizen.
MBG berulat tersebut berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Naiola dan ditemukan saat siswa SMK Negeri 1 Kefamenanu sudah hampir selesai menyantap hidangan MBG itu pada Kamis 26 Februari 2026.
Kepala SMK Negeri 1 Kefamenanu, Petrus Olin, S.Pd saat diwawancarai RRI.CO.ID di ruangannya pada Jumat 27 Februari 2026 membenarkan temuan ulat atau belatung tersebut. MBG berulat itu ditemukan di kelas XI jurusan teknik konstruksi dan perumahan.
"Anak yang menemukan ulat dalam hidangan MBG, telah mengkonsumsi makanan tersebut terutama nasinya sudah hampir selesai. Sedangkan sayur baru dimakan sebagain dan tersisa sebagian. Pada saat itu, si anak mengambil potongan tahu untuk mencocol ke bumbu yang disediakan dalam ompreng. Saat mencocol tahu ke bumbu barulah diketahui bahwa ada ulat yang hidup sehingga direkam dan dikirim dalam grup internal kelas. Sehingga video ulat itu tersebar luas", kata Petrus.
Tetapi sebelum pengelola SPPG Naiola datang melihat ulat dimaksud, kata Petrus bahwa ompreng yang ditemukan ulat itu sudah dikembalikan oleh anak itu ke pengurus MBG di sekolah lalu diikat gabung bersama ompreng lainnya.
Selanjutnya pengelola SPPG Naiola mendatangi SMK Negeri 1 Kefamenanu untuk mengecek temuan ulat tersebut. Sehingga selaku Kepsek Petrus Olin, memanggil pengurus SPPG Naiola supaya menyelesaikan temuan ulat tersebut. Saat itu para pengurus dapur itu mengakui bahwa sayur yang mereka sajikan ke SMK Negeri 1 Kefamenanu baru diolah oleh tukang masak pada Kamis pagi. Sehingga mereka juga bingung ulat itu datang dari mana", kata Petrus.
Kepala SMK Negeri 1 Kefamenanu yakni Petrus Olin, usai mengklarifikasi temuan ulat di MBG untuk sekolahnya mengatakan bahwa kalau ke depan masih ada ulat maka SMKN I Kefamenanu akan berpindah ke dapur MBG lain yang lebih higienis. Karena ia tidak mau anak didiknya mengalami hal yang tidak diinginkan saat konsumsi MBG yang kurang higienis", ujar Petrus.
Sementara pengelola SPPG Naiola, Yosefina Sonbay, ketika dikonfirmasi mengatakan, saat ini Ahli Gizi, SPPI dan seorang intel sedang menuju ke SMK Negeri 1 Kefamenanu. Tujuannya adalah untuk melakukan klarifikasi dan pengecekan langsung ulat tersebut," ujar Yosefina (SK)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....