Empat Penyebab Penyakit Hati
- 13 Feb 2025 15:14 WIB
- Samarinda
KBRN, Samarinda: Setiap anggota badan diciptakan untuk suatu tugas dan fungsi. Adapun tanda sakit anggota badan adalah ketika tidak menggunakan tugas dengan baik, demikian dengan hati. Penyakit hati adalah penyakit yang lebih berbahaya dari penyakit jasmani dan tohani, penyakit yang mudah menular dan tertanam dalam tubuh.
Dalam acara Mutiara Pagi, Ustaz KH.M.Khozin menjelaskan empat penyebab penyakit hati.
“Mari kita teliti apa penyebab penyakit hati dengan senantiasa memohon pertolongan pada Allah agar terhindar dari penyakit tersebut, “kata Ustaz Khozin.
Penyebab pertama syirik, yaitu ketika seseorang beriman selain kepada-Nya. Allah Swt berfirman dalam QS Al Furqon ayat 44, “Atau, apakah engkau mengira bahwa kebanyakan mereka itu mendengar atau memahami? Mereka tidak lain hanyalah seperti hewan ternak. Bahkan, mereka lebih sesat jalannya.
Penyebab kedua yaitu perbuatan maksiat, seperti ditegaskan Allah Swt, dalam QS Al Araf 176, “Seandainya Kami menghendaki, niscaya Kami tinggikan (derajat)-nya dengan (ayat-ayat) itu, tetapi dia cenderung pada dunia dan mengikuti hawa nafsunya. Maka, perumpamaannya seperti anjing. Jika kamu menghalaunya, ia menjulurkan lidahnya dan jika kamu membiarkannya, dia menjulurkan lidahnya (juga). Demikian itu adalah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Maka, ceritakanlah kisah-kisah itu agar mereka berpikir.”
Kelalaian dari berzikir pada Allah Swt juga menjadi penyebab penyakit hati. Allah Swt mengingatkan hal ini dalam QS Al Anbiya ayat 97, “(Apabila) janji yang benar (yakni hari Kiamat) telah makin dekat, tiba-tiba mata orang-orang yang kufur terbelalak. (Mereka berkata,) “Alangkah celakanya kami! Kami benar-benar lengah tentang ini, bahkan kami adalah orang-orang zalim.”
Penyebab keempat adalah berpaling dari mempelajari dinul Islam, apalagi menurut kondisi saat ini lebih sering didapati orang yang lebih paham ilmu dunia daripada ilmu Allah. Allah Swt menegaskan hal tersebut dalam QS Thoha ayat 124-126, “Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sungguh, dia akan menjalani kehidupan yang sempit, dan Kami akan mengumpulkannya pada hari Kiamat dalam keadaan buta. Dia berkata, "Ya Tuhanku, mengapa Engkau kumpulkan aku dalam keadaan buta, padahal dahulu aku dapat melihat? Dia (Allah) berfirman, "Demikianlah, dahulu telah datang kepadamu ayat-ayat Kami, dan kamu mengabaikannya, jadi begitu (pula) pada hari ini kamu diabaikan."
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....