Mahasiswa dan Dosen UMM Bekali Kelompok Tani Hutan Teknik Stek dan Grafting Kopi
- 03 Agt 2026 07:51 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Mahasiswa bersama dosen Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar pelatihan teknik stek dan grafting kopi bagi anggota Kelompok Tani Hutan di kawasan Hutan Lindung Desa Tlekung, Kota Batu. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan keterampilan petani dalam memperbanyak bibit kopi unggul melalui teknik perbanyakan vegetatif, sehingga mampu mendukung produktivitas sekaligus ketersediaan bibit kopi berkualitas untuk pengembangan budidaya kopi.
Pelatihan diawali dengan praktik pengambilan entres atau tunas dari lahan milik salah satu anggota LPHD Sumber Makmur Sembada. Daun pada entres dipotong dan hanya disisakan sebagian kecil untuk mengurangi penguapan (transpirasi), sehingga cadangan air di dalam entres tetap terjaga selama proses penyambungan. Sementara itu, media tanam yang digunakan merupakan campuran tanah kaya bahan organik dan kompos dengan perbandingan 1:1 agar mampu mendukung pertumbuhan bibit secara optimal.
Pada sesi teknik grafting, peserta terlebih dahulu mendapatkan penjelasan mengenai karakteristik entres yang baik. Seorang mahasiswa menjelaskan bahwa entres sebaiknya berasal dari pucuk tanaman induk yang sehat, masih muda namun tidak terlalu lunak, bebas dari hama dan penyakit, serta berasal dari pohon yang produktif agar peluang keberhasilan sambungan lebih tinggi. Seorang dosen menambahkan bahwa entres ideal diambil dari tunas yang tumbuh tegak, bukan dari cabang samping, karena cabang samping cenderung mempertahankan pola pertumbuhan menyebar. Panjang entres yang digunakan berkisar antara 5–10 sentimeter dengan 2–3 ruas atau mata tunas yang sehat. Setelah batang bawah dan entres disambungkan, bagian sambungan kemudian ditutup menggunakan plastik bening untuk menjaga kelembapan di sekitar tanaman. "Plastik ini berfungsi menjaga kelembapan di sekitar stek. Selama akar belum terbentuk, tanaman belum mampu menyerap air secara optimal. Karena itu, kondisi yang lembab sangat penting agar entres tidak cepat layu," jelas dosen.
Setelah mempelajari teknik grafting, peserta melanjutkan praktik teknik stek. Pada metode ini digunakan Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) jenis auksin yang berfungsi merangsang pertumbuhan akar. "Auksin merupakan hormon tumbuhan yang berperan dalam merangsang pertumbuhan akar. Dengan pemberian auksin, peluang stek untuk membentuk akar menjadi lebih tinggi sehingga bibit memiliki kesempatan tumbuh yang lebih baik," jelas dosen. Proses diawali dengan menyiapkan entres dari tanaman induk yang sehat dan produktif. Entres dipotong sepanjang 10–15 sentimeter dengan menyisakan 2–3 ruas, kemudian daunnya dipangkas hingga tersisa sekitar sepertiga bagian. Pangkal entres kemudian direndam dalam larutan ZPT sesuai dosis yang dianjurkan selama 5–10 menit sebelum ditanam pada media tanam yang telah disiapkan. Setelah ditanam, entres ditutup menggunakan plastik bening untuk menjaga kelembapan selama proses pembentukan akar.
Selama masa penyimpanan, hasil grafting maupun stek ditempatkan di lokasi yang teduh dan terhindar dari paparan sinar matahari langsung. Bibit disiram secukupnya untuk menjaga kelembapan media tanam tanpa menimbulkan genangan air. Pada teknik grafting, plastik pengikat dipertahankan hingga sambungan antara batang bawah dan entres benar-benar menyatu. Sementara pada teknik stek, plastik penutup tetap digunakan untuk mengurangi penguapan air selama proses pembentukan akar. Menurut dosen, keberhasilan grafting ditandai dengan entres yang tetap segar dan mulai mengeluarkan tunas baru, sedangkan keberhasilan stek ditandai dengan munculnya akar serta tunas baru. Melalui pelatihan ini, mahasiswa dan dosen UMM berharap anggota Kelompok Tani Hutan dapat menguasai teknik perbanyakan vegetatif kopi sehingga mampu menghasilkan bibit unggul yang mendukung produktivitas budidaya kopi di kawasan hutan lindung.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....