KONI Way Kanan Puji Tata Kelola Negara Batin Cup

  • 26 Agt 2026 06:55 WIB
  •  Waykanan

RRI.CO.ID, Way Kanan – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Way Kanan memberikan apresiasi atas penyelenggaraan Open Turnamen Sepak Bola Negara Batin Cup.

Selain tingginya antusiasme peserta, standar keamanan dan tata kelola lapangan dalam turnamen tersebut dinilai layak menjadi contoh bagi kampung lain di Kabupaten Way Kanan.

Turnamen yang digelar di Kampung Negara Batin, Kecamatan Negara Batin, resmi dibuka dan dijadwalkan berlangsung hingga 13 September 2026. Sebanyak 34 tim dari berbagai daerah ambil bagian dalam ajang sepak bola tersebut.

Ketua KONI Way Kanan, Indra Septa Purnama, mengapresiasi semangat panitia dan masyarakat dalam menyelenggarakan kompetisi tersebut. Menurutnya, kegiatan tersebut sejalan dengan visi KONI untuk memasyarakatkan olahraga sekaligus mendorong masyarakat menerapkan gaya hidup sehat.

“Pelaksanaan kegiatan ini sangat luar biasa dan wajib kita acungi jempol. KONI Kabupaten Way Kanan sangat mengapresiasi semangat panitia dan warga yang sukses menghadirkan turnamen semeriah ini,” ujar Indra, Rabu, 26 Agustus 2026.

Indra juga memberikan perhatian khusus terhadap kesiapan fasilitas lapangan, terutama keberadaan pagar pembatas antara area penonton dan lapangan pertandingan.

Menurutnya, fasilitas tersebut penting untuk menjaga ketertiban dan keselamatan selama pertandingan berlangsung.

“Fasilitas di Negara Batin ini cukup baik dan lapangannya bagus. Yang paling penting, ada pembatas berupa pagar. Hal ini sangat esensial untuk menjaga ketertiban serta mencegah potensi konflik atau kericuhan yang kerap terjadi dalam pertandingan sepak bola antarkampung,” jelasnya.

Dengan adanya pagar pembatas, area di tepi lapangan dapat tetap steril dari penonton. Akses ke area pertandingan hanya diberikan kepada pihak yang berkepentingan langsung, seperti pemain cadangan, ofisial tim, wasit, dan hakim garis.

Indra berharap tata kelola dan standar keamanan yang diterapkan dalam Negara Batin Cup dapat diadaptasi oleh kampung-kampung lain di Way Kanan yang menyelenggarakan turnamen sepak bola.

Menurutnya, penyediaan fasilitas yang memadai dan pengaturan area pertandingan dapat membantu mengurangi potensi gesekan antarpemain maupun penonton.

“Penataan seperti di Negara Batin ini bisa dijadikan contoh bagi kampung-kampung lain. Dengan tata kelola dan fasilitas yang aman, potensi gesekan antarpenonton maupun pemain dapat diminimalisasi, sehingga pertandingan berjalan dengan aman, sportif, dan kondusif,” katanya, mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....