Guru SMPN 1 Blambangan Umpu Harap Talent Pool Berkelanjutan

  • 02 Okt 2026 07:59 WIB
  •  Waykanan

RRI.CO.ID, Way Kanan — Guru SMP Negeri 1 Blambangan Umpu berharap program talent pool berdampak pada pengembangan karier guru. Hasil pemetaan diharapkan menjadi dasar pembinaan yang berkelanjutan.

Guru SMP Negeri 1 Blambangan Umpu, Dimas Yulian Putra, mengatakan pemetaan perlu menghasilkan data objektif. Data tersebut dapat menjadi acuan pengembangan kompetensi dan karier guru.

“Harapannya, hasil pemetaan menjadi data yang objektif dan transparan. Data itu dapat digunakan untuk pengembangan karier guru,” ujar Dimas, Kamis, 1 Oktober 2026.

Menurutnya, guru perlu mempersiapkan diri melalui refleksi mandiri dan evaluasi portofolio. Persiapan juga dilakukan dengan berdiskusi bersama sejawat mengenai standar kompetensi guru.

Dimas menyebut pemahaman terhadap regulasi pendidikan juga perlu diperkuat. Guru perlu mengikuti perkembangan kurikulum dan strategi pembelajaran yang berpusat pada murid.

Ia menilai evaluasi akademik dari Universitas Lampung dapat memberikan sudut pandang terhadap praktik pembelajaran. Hasil evaluasi tersebut dapat mendorong penerapan metode pembelajaran yang lebih inovatif.

“Evaluasi membantu guru melihat kekuatan dan kelemahan praktik mengajar. Hal itu mendorong pembelajaran yang lebih inovatif dan berpusat pada siswa,” katanya.

Dimas juga berharap hasil talent pool ditindaklanjuti melalui pelatihan sesuai kebutuhan guru. Program pengembangan profesional dinilai perlu disusun berdasarkan hasil pemetaan kompetensi.

Menurutnya, guru juga membutuhkan kesempatan pengembangan kepemimpinan secara adil dan berbasis kompetensi. Kesempatan tersebut dapat mencakup posisi guru penggerak, kepala sekolah, maupun pengawas.

Ia mengungkapkan sejumlah tantangan dalam pelaksanaan talent pool. Tantangan tersebut meliputi manajemen waktu, beban kerja, kesiapan teknis, dan akses jaringan.

Dimas berharap Pemkab Way Kanan memberikan dukungan kebijakan dan sarana yang memadai. Hasil talent pool diharapkan tidak berhenti sebagai dokumen administratif.

“Tindak lanjutnya harus nyata, termasuk pelatihan dan dukungan sarana. Guru juga membutuhkan alokasi waktu yang proporsional selama proses asesmen,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....