BI Dorong UMKM Lampung Naik Kelas Lewat Digitalisasi

  • 19 Sep 2026 05:17 WIB
  •  Waykanan

RRI.CO.ID, Bandar Lampung - Bank Indonesia mendorong pelaku UMKM di Provinsi Lampung memperkuat kapasitas usaha dan memanfaatkan digitalisasi untuk memperluas pasar. Langkah tersebut dinilai penting agar UMKM tidak hanya menjadi bagian dari rantai produksi, tetapi mampu menciptakan nilai tambah dari produk yang dihasilkan.

Anggota Dewan Gubernur Bank Indonesia, Thomas A.M. Djiwandono, mengatakan penguatan UMKM dilakukan melalui kemitraan usaha, peningkatan kapasitas, dan perluasan akses pembiayaan. Ketiga pendekatan tersebut diharapkan membuat UMKM semakin terhubung dengan ekosistem usaha yang lebih luas.

“Artinya, UMKM perlu semakin terhubung, semakin kuat kapasitas usahanya, dan semakin mudah memperoleh pembiayaan,” ujar Thomas dalam pembukaan Lampung Begawi x SIGER FEST 2026 di Lampung City Mall, Telukbetung, Bandar Lampung, Jumat 18 September 2026.

Menurutnya, kemitraan dapat membuka peluang bagi UMKM untuk masuk ke dalam klaster dan rantai nilai yang lebih luas. Sementara peningkatan kapasitas diarahkan pada perbaikan kualitas produk, tata kelola, kemampuan manajerial, serta kesiapan menembus pasar yang lebih besar.

Ia menambahkan, digitalisasi menjadi bagian penting dalam meningkatkan efisiensi dan daya saing UMKM. Digitalisasi tidak hanya mengubah transaksi tunai menjadi transaksi digital, tetapi juga membuka akses pelaku usaha terhadap pasar dan ekosistem ekonomi yang lebih luas.

Salah satu instrumen yang terus diperluas BI adalah Quick Response Code Indonesian Standard atau QRIS. Hingga triwulan II 2026, jumlah merchant QRIS di Lampung telah melampaui 916 ribu merchant atau tumbuh 29,29 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Nilai transaksi QRIS di Lampung pada periode tersebut mencapai sekitar Rp2,3 triliun, sedangkan jumlah penggunanya sekitar 1,6 juta orang. Jumlah pengguna QRIS tersebut tumbuh sekitar 17 persen secara tahunan.

Thomas mengatakan penguatan UMKM juga perlu berjalan seiring dengan hilirisasi komoditas unggulan Lampung. Menurutnya, kolaborasi pemerintah, sektor keuangan, dunia usaha dan pemangku kepentingan diperlukan agar potensi daerah dapat diolah menjadi produk bernilai tambah sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....